KKP Selanggarakan Sosialisasi Implementasi Permen KP No.61 Tahun 2018

129
Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Serang (LPSPL) Serang menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Permen KP No. 61 Tahun 2018 bertempat di Ruang Pertemuan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jakarta, Kamis (1/8).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL), Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, Kepala LPSPL Serang, Kepala Seksi Pemanfaatan Jenis Ikan, serta perusahaan eksportir hiu dan pari di wilayah Jakarta.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Direktur KKHL, Andi Rusandi, menyampaikan tentang Kebijakan Pemanfaatan Hiu dan Pari. Hiu dan pari termasuk dalam jenis ikan yang terancam punah, namun dari 210 jenis baru beberapa jenis yang sudah dilindungi saat ini.

“Hiu dan pari yang sudah dilindungi adalah hiu paus, pari gergaji, pari manta, dan pari sungai,” ujar Andi.

Pada pertemuan Convention of  The Parties (CoP) Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) tahun 2013 dan tahun 2016 telah diputuskan untuk memasukkan beberapa spesies hiu ke dalam daftar Appendik II CITES. Di antaranya terdapat di Indonesia yaitu: 3 spesies hiu martil (Sphyrna lewini, Sphyrna mokarran dan Sphyrna zygaena) dan hiu koboi (Carcharhinus longimanus).

Sebagai salah satu negara yang meratifikasi CITES, Indonesia berkewajiban mengikuti semua aturan yang ditetapkan oleh CITES terkait dengan perdagangan luar negeri terhadap jenis-jenis yang masuk ke dalam daftar apendiks CITES.

Andi menyampaikan, secara umum Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan beberapa hal antara lain dari segi kelembagaan dibentuk UPT dengan didukung SDM yang dipersiapkan untuk dapat memberikan pelayanan pemanfaatan jenis ikan atau jenis-jenis akuatik.

”Dari segi regulasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menetapkan tata cara pemanfaatan jenis ikan dan genetik ikan melalui Permen KP No. 61 Tahun 2018 tentang pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi dan atau jenis ikan yang masuk dalam appendiks CITES dan perlindungan beberapa spesies / jenis ikan,” pungkas kata Andi. (Humas PRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments