KKP Segera Evaluasi Hasil Pascapanen Perikanan

264
ilustrasi/google.com

KKPNews, Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera mengkaji kembali nilai susut hasil pascapanen perikanan atau  post-harvest fish loss (PHFL). Setelah sebelumnya, telah melakukan pengkajian dengan FAO mengenai hasil pascapanen di Jakarta.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), Nilanto Perbowo mengatakan, harus adanya evaluasi terhadap PHFL. Evaluasi ini, menurutnya tidak hanya bertujuan untuk mengetahui dan mengoreksi nilai susut hasil yang sudah ada. Tapi hal ini juga untuk mendapatkan informasi mengenai penyebab susut hasil, mengenai korban yang terkena dampaknya dan strategi yang digunakan. Selain itu juga untuk mengidentifikasi intervensi apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya susut hasil.

Balitbang KP memandang, upaya meningkatkan pemahaman terhadap susut hasil perikanan merupakan kebutuhan mendesak karena dapat berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi bangsa. “Lebih dari itu, pemahaman yang baik terhadap masalah tersebut akan sangat membantu dalam menetapkan kebijakan-kebijakan lanjutannya”, tambah Nilanto.

Pengukuran susut hasil perikanan diperlukan dalam menetapkan perencanaan dan pelaksanaan kebijakan untuk mencari solusi dan intervensi efektif untuk mengurangi susut hasil melalui rumusan regulasi (peraturan), pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan infrastruktur, akses dan layanan pasar.

Sebelumnya, KKP telah menerima laporan dari menurunya hasil panen ikan hingga 30 persen. Sementara permintaan dunia dan kebutuhan domestik terhadap komoditas ikan cenderung meningkat dan bergerak seiring dengan pertumbuhan penduduk. Kesenjangan muncul, dikarenakan antara pasokan dan permintaan tidak disertai dengan terimplementasikannya  good handling practices (GHP) dan good manufacturing practices (GMP), sehingga berimbas pada tingginya post-harvest fish loss (PHFL) atau susut hasil pascapanen perikanan. (MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments