KKP Restocking Benih Kakap Putih dan Clownfish di Perairan Anambas

45
Dok. Humas DJPB

KKPNews, Anambas – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (17/7) melakukan restocking benih kakap putih sebanyak 2.000 ekor dan benih clown fish sebanyak 1.000 ekor di pantai Padang Melang,  Pulau Jemaja.  Benih tersebut merupakan hasil budidaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.

Sebelumnya, Menteri Susi beserta jajarannya terus gencar melakukan restocking ikan di berbagai perairan di Indonesia.

Secara terpisah saat dimintai keterangannya di Jakarta, Jumat (19/9), Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyebutkan bahwa produksi benih bermutu dari induk ikan unggul, bukan hanya untuk jenis ikan konsumsi tetapi juga ikan-ikan endemik atau spesifik lokal.

“Produksi benih massal diarahkan untuk mencukupi kebutuhan benih ikan bagi pembudidaya, maupun untuk  kegiatan restocking ikan di alam atau restocking diperairan umum, khususnya ikan endemik atau spesifik lokal sebagai upaya menjaga kelestarian sumberdaya ikan di alam,” jelas Slamet.

Ia juga menekankan pentingnya budidaya bagi keperluan pemulihan stok sumber daya ikan di alam. Menurutnya kegiatan budidaya harus berperan sebagai penyangga, di samping pencegahan aktivitas penangkapan overfishing dan cara-cara destruktif.

Restocking benih hasil proses budidaya yang dilakukan di Anambas tersebut merupakan upaya KKP dalam rangka mendukung upaya pelestarian jenis ikan secara berkelanjutan. Dipilihnya ikan kakap putih dan clown fish untuk restocking juga sudah dikaji dan perairan di sini sudah sesuai untuk ikan-ikan tersebut. Restocking serupa juga telah dilakukan di berbagai perairan umum lainnya di Indonesia,” ujar Slamet.

Tujuan restocking ikan untuk mempertahankan biodiversitas, melestarikan eksistensi spesies, memelihara kesehatan lingkungan perairan, dan mempertahankan keberlanjutan perikanan. Selain itu, memiliki tujuan sosio-kultural bagi masyarakat setempat.

Slamet menambahkan, berbagai perekayasaan komoditas budidaya telah berhasil dikuasai di antaranya berbagai jenis ikan lokal asli Indonesia yaitu ikan papuyu, jelawat, kelabau, dan baung. Kemudian berbagai jenis ikan laut ekonomis tinggi seperti ikan bubara, kakap putih, dan bawal bintang, serta ikan hias seperti ikan nemo (clown fish) dan banggai cardinal fish.

“Keberhasilan produksi ikan massal ini menjadi terobosan penting dalam upaya pelestarian sumber daya perikanan di Indonesia. Jadi tidak perlu khawatir lagi bahwa ikan-ikan jenis tertentu akan punah,” imbuhnya.

Dijelaskan Slamet, produksi benih komoditas penting melalui perekayasaan bertujuan untuk mempertahankan keberadaan jenis ikan di Indonesia yang dilakukan untuk pengkayaan stok ikan (stock enhancement) di alam. Selain itu, untuk kepentingan khusus dalam mempertahankan keanekaragaman hayati.

“Dukungan budidaya sangat penting karena restocking benih hasil budidaya di alam dapat meningkatkan ukuran populasi ikan yang sebelumnya mengalami penurunan akibat penangkapan atau penyebab lainnya termasuk gangguan habitat, pencemaran atau penyebab yang bersifat ekologis misalnya persaingan dan pemangsaan. Artinya ada jaminan dari sisi kepentingan ekologi dan ekonomi. Ini saya kira yang harus kita dorong,” pungkas Slamet. (Humas DJPB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments