KKP Respon Cepat Laporan Kejadian Lumba-Lumba Terdampar di Bali

83
Ilustrasi lumba-lumba terdampar. Dok. Istimewa

KKPNews, Denpasar – Pada Selasa (2/7) pukul 11.00 WITA, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar menerima laporan dari Pak Sulistyo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali tentang adanya lumba-lumba terdampar mati di Pantai Saba. Meresponi laporan tersebut, BPSPL Denpasar segera mengirimkan tim untuk melakukan penanganan di lapangan. Kemudian, tim dari BPSPL Denpasar segera berkoordinasi dengan pihak BKSDA Bali dan meluncur ke lokasi.

Sejalan dengan laporan, tim menemukan adanya lumba-lumba terdampar mati di perbatasan antara Pantai Pering dan Pantai Saba, tepatnya di depan Flamingo Beach Club. Dari hasil pemeriksaan awal. lumba-lumba tersebut berada dalam kondisi 3 (sudah membusuk), dengan ukuran panjang total 2 meter.

Sebagai informasi, megacu pada panduan penanganan mamalia, terdapat lima klasifikasi kondisi mamalia laut yang terdampar. Kode 1 digunakan untuk menggambarkan bahwa kondisi hewan masih hidup (alive). Kode 2 digunakan untuk menggambarkan bahwa kondisi hewan baru saja mati (fresh dead). Kode 3 menggambarkan bahwa kondisi bangkai hewan mulai membengkak (moderate decomposition). Kode 4 menggambarkan bahwa bangkai hewan sudah membusuk (advance decomposition). Sementara itu, kode 5 menggambarkan bahwa bangkai hewan sudah mulai memutih menjadi kerangka ataupun sudah menjadi kerangka.

Mengingat kondisi lumba-lumba yang berada dalam kondisi 3, tim menemukan kesulitan untuk mengidentifikasi lumba-lumba tersebut karena kondisinya sudah membusuk. Dugaan awal yang dari hasil pemeriksaan tim, lumba-lumba tersebut mati akibat tersangkut jaring nelayan karena adanya sisa-sisa bekas jaring pada mulut lumba-lumba tersebut. Akibatnya, diperkirakan lumba-lumba tersebut mengalami kesulitan untuk berenang dan terdampar ke daratan.

Selanjutnya, hasil koordinasi dengan BKSDA Bali dan pihak Flamingo Beach Club disepakati untuk melakukan penanganan berupa penguburan lumba-lumba di lokasi yang tidak terkena pengaruh pasang surut air laut. Lumba-lumba tersebut dikubur dengan kedalaman kuburan sekitar 1,5 meter. Penguburan selesai dilakuan pada pukul 13.00. Selanjutnya, tim sepakat untuk membuat BAP  yang akan dibuat oleh pihak BKSDA Bali di kemudian hari. (BPSPL Denpasar/Humas PRL/ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Sedih (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments