KKP Pulangkan Tiga Nelayan Sumut Dari Malaysia

131
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bekerjasama dengan Konsulat Jenderal RI di Penang, Malaysia, berhasil memulangkan 3 (tiga) orang nelayan asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang ditangkap aparat Malaysia. Demikian disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal PSDKP, KKP, Waluyo Abutohir, di Jakarta (19/10).

Ketiga nelayan yang dipulangkan tersebut tiba di Bandara Kualanamu, Medan Sumatera Utara, pada tanggal 14 Oktober 2016. Adapun ketiga nelayan tersebut adalah Herman Syahputra (17 Tahun), Syahdan (16 Tahun), dan Jaka Prianto (17 tahun), yang berasal dari Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Ketiga nelayan tersebut ditangkap aparat keamanan laut APMM Pulau Penang, Malaysia, dengan dugaan melakukan pelanggaran penangkapan ikan di wilayah perairan Malaysia, ungkap Waluyo.

Selanjutnya, Waluyo mengungkapkan bahwa pemulangan nelayan tersebut merupakan bantuan nyata yang dilakukan oleh KKP terhadap nelayan-nelayan Indonesia yang tertangkap aparat di luar negeri saat melakukan penangkapan ikan. Langkah yang dilakukan oleh KKP, antara lain melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di negara setempat dan instansi terkait di negara yang bersangkutan, sehingga nelayan Indonesia yang tertangkap di luar negeri dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

Selama tahun 2016 KKP bersama-sama dengan Kementerian Luar Negeri telah berhasil memulangkan nelayan Indonesia yang ditangkap di luar negeri sejumlah 129 nelayan, yang terdiri dari 94 orang dipulangkan dari Malaysia, 28 orang dipulangkan dari Australia, dan 7 orang dipulangkan dari Thailand.

Selain melakukan upaya pemulangan melalui program advokasi nelayan, KKP juga mengupayakan tindakan preventif dengan memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang daerah penangkapan di Indonesia. Namun bila ternyata terdapat nelayan yang tertangkap di negara lain, maka KKP secara proaktif bekerjasama dengan pihak Kementerian Luar Negeri, khususnya Perwakilan RI di luar negeri untuk mengupayakan pemulangannya, ujar Waluyo. (ff/sbo)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments