KKP Pastikan Penyuluhan Perikanan Tetap Berjalan Selama Pandemi

67
Kegiatan penyuluhan perikanan melalui aplikasi daring (Foto: KKP)

KKPNews, Jakarta – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 (corona virus outbreak) yang melanda Indonesia dan berbagai negara dunia lainnya, penyuluh perikanan tetap melaksanakan tugas pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat kelautan dan perikanan. Meski bekerja dari rumah (work from home), pekerjaan tetap dijalankan sebagaimana mestinya.

Atas dedikasi para penyuluh perikanan, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Penyuluh Perikanan Bantu (PPB), Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja menyampaikan apresiasi karena hingga saat ini penyuluh perikanan masih bekerja dengan luar biasa dalam menyosialisasikan program-program KKP secara langsung kepada masyarakat.

Agar kegiatan penyuluhan berjalan lancar, Sjarief menyampaikan beberapa pesan bagi penyuluh perikanan. Pasalnya, saat ini setidaknya terdapat 2.676 penyuluh perikanan PNS dan 2.056 PPB yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pertama, di tengah pandemi yang melanda, menjaga kesehatan diri pribadi, keluarga, serta masyarakat binaan menjadi sebuah keharusan. Menjaga pola hidup sehat dan mengikuti imbauan pemerintah menjadi penting. Oleh karena itu, tugas penyuluh perikanan tidak terbatas hanya sosialisasi persoalan kelautan dan perikanan.

“Di tengah musibah ini, kita perlu ikut menyebarkan informasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup yang sehat, cara hidup yang jauh dari pandemi Covid-19,” tutur Sjarief.

Kedua Sjarief menyebut, di kondisi seperti saat ini sudah seharusnya bangsa Indonesia membangun kesetiakawanan sosial.

“Apabila ada keluarga-keluarga kita, saudara-saudara kita yang mengalami musibah, maka saatnya kita membantu. Tunjukkan bahwa penyuluh perikanan Indonesia adalah sosok-sosok terpilih yang mampu berkontribusi di segala persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Sjarief.

Menurut Sjarief, para penyuluh perikanan wajib melakukan terobosan-terobosan dan menciptakan inovasi-inovasi agar kegiatan penyuluhan tak terhenti begitu saja. Misalnya dengan memanfaatkan media digital yang ada. Contoh paling sederhana membangun WhatsApp Group sebagai media komunikasi penyuluh dengan masyarakat binaan.

“Usahakan Anda dari rumah Anda bisa tetap memberikan bantuan, membagikan informasi, ilmu pengetahuan teknologi melalui sarana digital yang kita miliki. Marilah kita memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan sebagai seorang penyuluh perikanan yang andal dan tetap ada di hati masyarakat,” pesan Sjarief.

Ketiga, Sjarief menegaskan, saat ini masyarakat tidak hanya tengah berjuang menghadapi Covid-19, melainkan juga persoalan ekonomi sebagai dampaknya. Masyarakat terhambat untuk bergerak bebas seperti biasanya, sementara, mereka tetap harus bekerja dan menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya.

Untuk itu, menurut Sjarief, pemerintah dalam hal ini KKP tengah menyiapkan program-program besar untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi Covid-19. Caranya dengan mendorong perputaran roda ekonomi melalui usaha-usaha produktif, salah satunya program perikanan budidaya.

“(KKP) akan melaunching program perikanan budidaya udah vannamei di beberapa tempat di wilayah Indonesia dengan teknologi-teknologi terbaru. Kita semua ini diminta untuk ikut serta melalui program-program pelatihan, program-program penyuluhan, dan sekaligus mendampingi mereka sehingga menghasilkan produksi udang vannamei yang meningkat, memberikan pendapatan untuk masyarakat, dan memberikan sumbangan untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.

Sjarief mengimbau seluruh masyarakat kelautan dan perikanan menyatukan kekuatan dan semangat. Jangan sampai dikalahkan oleh pandemi Covid-19 ini. Caranya, dengan terus menjaga kesehatan dan keselamatan serta meningkatkan produktivitas.

“Marilah kita berkontribusi membangun perekonomian nasional melalui sektor kelautan dan perikanan,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments