Dorong Percepatan Pembangunan Perikanan, KKP Serahkan Bantuan Langsung bagi Pelaku Utama Perikanan di Probolinggo

62
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, memberikan bantuan langsung bagi pelaku utama perikanan yakni pembudidaya ikan, nelayan, pengolah, dan petambak garam secara simbolis Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/2). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Probolinggo – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan komitmen untuk mendukung percepatan pembangunan perikanan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Komitmen ini dibuktikan dengan pemberian berbagai program dan bantuan langsung bagi pelaku utama perikanan yakni pembudidaya ikan, nelayan, pengolah, dan petambak garam.

Total dukungan KKP tersebut diperkirakan mencapai lebih kurang Rp14,05 miliar masing-masing terdiri dari input produksi, sarana perikanan, fasilitasi pembiayaan, perlindungan pelaku utama melalui asuransi dan sertifikasi hak atas tanah, pengembangan SDM anak pelaku utama perikanan, dan bentuk lainnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya saat penyerahan bantuan pemerintah di Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/2) menyatakan, program dukungan KKP diarahkan agar menyentuh langsung para pelaku utama. Menurutnya KKP memfokuskan bagaimana dukungan ini dapat secara langsung meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sehingga pelaku utama mendapatkan nilai tambah keuntungan yang lebih besar dan kapasitas usaha yang lebih kuat.

“KKP terus mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku utama perikanan. Jadi, kami akan pastikan bahwa program ini bisa memberikan dampak positif bagi perbaikan struktur ekonomi masyarakat dan tentunya perekonomian daerah,” jelas Slamet di depan ratusan masyarakat yang hadir di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan penyerahan bantuan pemerintah juga turut dihadiri anggota Komisi XI DPR RI, anggota IV BPK RI, Wakil Bupati Probolinggo, jajaran KKP, serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

Slamet menambahkan, berbagai program KKP sepanjang 4 (empat) tahun terkahir mampu memberikan efek positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Indikatornya, Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik dari 109,86 di tahun 2017 menjadi 113,28 pada tahun 2018. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) untuk periode yang sama naik dari 99,09 menjadi 100,80. Nilai Tukar Usaha Nelayan (NTUN) naik dari 123,01 menjadi 126,68 dan Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) pada periode yang sama naik dari 110,23 menjadi 113,27.

Tren pertumbuhan NTN dan NTPi yang positif sepanjang tahun 2018 tersebut menunjukkan bahwa ada perbaikan struktur ekonomi masyarakat pelaku usaha perikanan (nelayan dan pembudidaya). Struktur ekonomi tersebut yakni peningkatan pendapatan yang berdampak pada perbaikan daya beli masyarakat, utamanya teradap akses kebutuhan dasar. Di sisi lain capaian NTP tersebut juga berpengaruh terhadap peningkatan saving rate dan memicu peningkatan kapasitas usahanya melalui re-investasi. Sedangkan nilai NTUN dan NTUPi yang terus meningkat menunjukkan iklim usaha perikanan semakin baik dan efisien.

Pendapatan pelaku usaha kelautan dan perikanan juga tercatat mengalamai kenaikan. Tahun 2017 rata-rata pendapatan nelayan sebesar Rp3,439 juta, naik menjadi Rp. 3,636 juta pada tahun 2018 (angka sementara). Demikian pula dengan pembudidaya ikan, pada periode yang sama naik dari Rp3,298 juta menjadi Rp3,385 juta.

“Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari berbagai program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang secara langsung fokus dalam menciptakan efisiensi produksi dan nilai tambah.”

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhkamad Misbakhun menyambut baik apa yang sudah dilakukan KKP, khususnya yang berkaitan dengan program-program pro-rakyat. Menurutnya sudah saatnya sektor kelautan dan perikanan ini memberikan manfaat sebesar besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi upaya upaya pemerintah. Saya berharap dukungan ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya,” tutur Misbakhun.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Probolinggo, Ahmad Timbul Prihanjoko, menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan pemerintah pusat untuk Kabupaten Probolinggo. Ia berharap dukungan ini akan memberikan efek percepatan terhadap pembangunan di Probolinggo.

“Kami atas nama masyarakat Probolinggo mengucapkan terima kasih. Saya berharap kunjungan bapak bapak semua bisa rutin dilakukan, tentunya dengan membawa program program bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota IV BPK- RI, Rizal Djalil mengatakan bahwa KKP dan Kementerian Pertanian merupakan ujung tombak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa konteks kunjungan saya ke daerah adalah untuk memastikan bantuan program bisa dilaksanakan secara transparan, terukur, dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” jelas Rizal. (Humas DJPB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments