KKP Latih Budidaya Ikan Bagi Negara Sahabat

539
google.com

NERACA, Jakarta – Dalam rangka peningkatan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk turut membangun Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan dan perikanan di kawasan global internasional, Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), salah satu unit kerja Eselon I KKP, menyelenggarakan Workshop on Community Based Capacity Building on Freshwater Aquaculture for Member States-South South Cooperation pada 10-18 Oktober 2015 di Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan hasil kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri ini diikuti 14 peserta dari 4 negara, yakni Kamboja, Fiji, Indonesia, dan Malaysia. Demikian dikutip dari keterangan pers BPSDM KP, kemarin.

Workshop Peningkatan Kapasitas Berbasis Komunitas bagi Pelaku Utama Pembudidaya Ikan Air Tawar ini merupakan kegiatan fasilitasi penguatan South-South Cooperation atau Kerja Sama Selatan-Selatan Triangular (KSST) yang juga merupakan tindak lanjut Direktif Presiden berdasarkan Nota Dinas Sekretaris Jenderal KKP nomor 211/SJ/IX/2 tanggal 2 September 2014 serta merupakan salah satu prioritas Nawa Cita. Dalam hal ini, poin kelima Nawacita menyebutkan: Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat Indonesia terhadap KSST sebagai dasar sharing experience dan transfer informasi dengan negara-negara berkembang lainnya. Skema KSST ini dibentuk PBB tahun 1978 untuk mendorong pembangunan negara berkembang.

Isu global terkait ketahanan pangan dan sustainable consumption turut melatarbelakangi kegiatan ini, di samping juga peran sektor kelautan dan perikanan dalam peningkatan perekonomian daerah, sebagai contoh Kabupaten Sukabumi, daerah pertama yang ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 32 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan, karena potensi perikanannya yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah.

Hadir pada pembukaan workshop Duta Besar Fiji untuk Indonesia Seremaia Tuinausori Cavuilati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mewakili Plt. Bupati Sukabumi Achdiat Supratman, Minggu (11/10), di Pendopo Kabupaten Sukabumi. Adapun penutupan workshop akan dilakukan, Sabtu (17/10), di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung.

Menurut Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) Mulyoto, kegiatan ini bertujuan mempromosikan peran pelatihan berbasis komunitas bidang perikanan budidaya; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya perikanan air tawar; serta mengembangkan jejaring kerja sama antara komunitas budidaya perikanan Indonesia dengan peserta pelatihan anggota negara kerjasama Selatan–Selatan.

Kegiatan ini bermanfaat bagi pelaksana kegiatan berupa peningkatan kapasitas kelembagaan Balai Diklat dan tenaga pelatih di tingkat internasional. Sementara bagi peserta pelatihan dapat memberikan manfaat berupa praktek pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari workshop budidaya perikanan Indonesia di negaranya. Peserta pelatihan juga diharapkan mampu menyampaikan kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya pada kelompok budidaya perikanan di negaranya serta dapat menjalin kerjasama, sharing knowledge, dan jejaring bisnis. Pelatihan ini bertujuan sebagai alternatif usaha sehingga bisa menciptakan wirausaha baru sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Dalam pelaksanaan workshop ini, BPSDMP KP melalui Puslat KP bersinergi dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, dan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Dejeefish binaan BPSDMP KP.

“Kegiatan ini bukan hanya pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang budidaya perikanan saja yang dibagikan, namun juga pengalaman dalam penyelenggaraan pelatihan yang berbasis komunitas atau masyarakat,” ujar Mulyoto.

Menurutnya, penyelenggaraan pelatihan yang berbasis komunitas dipandang sebagai salah satu model pelatihan yang efektif, karena dirancang sedemikian hingga peserta dapat mencapai kompetensi tertentu, dan dilaksanakan di lokasi yang aktual serta di bawah bimbingan pelaku usaha yang berpengalaman. Dalam kerangka sustainable development, model pelatihan ini dapat menunjang pertumbuhan ekonomi lokal yang berkesinambungan. Karena itulah BPSDMP KP bekerja sama dengan P2MKP Dejeefish, sebagai mitra pelatihan KKP di bidang budidaya perikanan yang dikenal memiliki reputasi sukses, baik dalam skala nasional maupun internasional, sebagai penyelenggara pelatihan.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments