KKP Lakukan Penanganan Lumba-Lumba Terdampar di Nusa Dua Bali

35
Proses penanganan lumba-lumba yang terdampar di Nusa Dua, Bali, Kamis (9/5). Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Denpasar – Pada Kamis (9/5) pukul 07.14 WITA ditemukan lumba-lumba terdampar dalam kondisi mati di Pantai Mengiat, Nusa Dua oleh Polairut. Menindaklanjuti temuan itu, Polairut menyampaikan hal tersebut kepada pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk kemudian diteruskan kepada pihak-pihak terkait. Salah satunya ialah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Sesaat setelah menerima laporan tersebut, BPSPL Denpasar mengirim tim respon cepat untuk mengecek kebenaran laporan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Di antarnya yaitu World Wide Fund (WWF) dan Flying Vet (dokter hewan). Pada pukul 10.15 WITA, tim respon cepat BPSPL Denpasar tiba di lokasi dan segera melakukan pengukuran morfologi serta identifikasi jenis lumba-lumba yang terdampar. Selain itu, tim BPSPL Denpasar juga menemui pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA), WWF, dan ITDC untuk berdiskusi terkait penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pengecekan, Lumba-lumba tersebut teridentifikasi berjenis Spotted Dolphin/Stenalla attenuate; berjenis kelamin jantan; dan berukuran panjang 2,45 m, lebar 0.55 m, diameter: 1,1 m.

Selanjutnya, berdasarkan hasil diskusi dengan pihak terkait yang ada di lapangan, tim memutuskan untuk membawa sampel terkait ke Pusat Konservasi dan Pendidikan Penyu (TCEC) Serangan agar bisa disimpan di freezer untuk mencegah sampel agar tidak busuk sebelum dilakukan nekropsi. Nekropsi penting dilakukan untuk mengetahui penyebab terdamparnya lumba-lumba tersebut dalam kondisi mati.

Sejalan dengan hal itu, tim dokter dari Flying Vet, Ledonganan Vet, dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana didampingi BPSPL Denpasar, WWF Indonesia, dan TCEC Serangan melakukan nekropsi pada pukul 15.00 WITA.

Dari hasil pemeriksaan, disimpulkan bahwa lumba-lumba tersebut diduga berada dalam kondisi sakit, melihat kondisi badannya yang sangat kurus. Hasil nekropsi juga memperlihatkan adanya memar di sekitar kepala, serta benjolan (kista) di bagian paru-paru.  Carcas lumba-lumba tersebut kemudian dikubur di halaman TCEC Serangan. (BPSPL Denpasar/Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments