KKP Kenalkan Layanan E-Learning pada Pelaku Usaha

37
Ilustrasi. Dok. Istimewa

KKPNews, Semarang – Pelaku usaha perikanan seyogyanya harus dapat memenuhi standar internasional yang sudah ditetapkan agar bisa memasarkan produknya ke pasar internasional. Salah satunya, dengan memenuhi standar mutu yang ditetapkan Badan Standarisasi Nasional (BSN). Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rina, di Semarang pada Rabu (21/8).

Rina menilai, BSN merupakan salah satu dari lembaga pemerintah yang bertugas membuat standar tersebut.

“Dengan adanya standar yang sudah ditetapkan, para pelaku usaha perikanan bisa lebih mudah mendapatkannya. Karena BKIPM bekerja sama dengan BSN akan memberikan standar bertaraf internasional. Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan pengajuan di mana saja dan tidak perlu datang ke kantor,” terangnya.

“Badan karantina ini dengan semua UPT-nya melaksanakan kegiatan berdasarkan standar internasional. Kita di UPT, setiap akan melakukan perlintasan produk perikanannya ke luar negeri atau dalam negeri harus memenuhi ISO 17020 dan ISO 17025-9001. Itu adalah standar yang harus dipenuhi. Dengan berstandar internasional, produk-produk kita secara mudah bisa diterima di negara-negara internasional. Sudah ada 157 negara yang menerima produk perikanan dari Indonesia,” tambah Rina.

Melalui e-Learning yang sudah terkonek dengan seluruh kantor BKIPM, maka petugas tinggal melakukan pengecekan produk perikanan yang akan dikirim.

“Nanti, dari hasil pemeriksaan melalui e-learning yang diverifikasi di lapangan, akan keluar health certificate. Selain itu, pelayanan yang diberikan hanya dalam hitungan jam,” jelas Rina.

Kepala BKIPM Semarang, Raden Gatot Perdana menambahkan, selama ini ekspor perikanan dari Jateng terus menunjukkan tren positif. Peningkatan kuantitas ini juga diikuti kepatuhan para pelaku usaha perikanan di Jateng dalam mematuhi standar mutu dari pasar internasional.

“Semester I 2019, volume ekspor Jawa Tengah mencapai 26.775 ton dengan nilai Rp1,59 triliun. Sedangkan lima komoditas terbesarnya adalah surimi, cumi-cumi, daging rajungan, udang, dan ikan swangi,” ucap Gatot.

Sementara itu, negara tujuan ekspor hasil perikanan Jateng adalah Amerika Serikat, Jepang, Malaysia dan Taiwan. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments