KKP Kembangkan Kawasan Ekonomi Berbasis Perikanan

745
Fischerei an den Wermsdorfer Fischteichen/ an den Fischteichen lebt ein starker Kormoranbestand

MAKASSAR – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan kawasan ekonomi berbasis perikanan budidaya terintegrasi, melalui program minapolitan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menjelaskan, minapolitan merupakan konsepsi pembangunan ekonomi berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan pembangunan.

“Kawasan minapolitan perikanan budidaya telah berhasil menjadi embrio munculnya kawasan industri perikanan budidaya baru dan berkembangnya perekonomian daerah. Keberhasilan ini menjadi contoh daerah lain yang memiliki potensi serupa, sehingga memberikan dampak positif bagi daerah lain,” ujarnya dalam acara Konsolidasi Minapolitan Perikanan Budidaya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/11/2015) malam.

Dia mengatakan, sebuah kawasan minapolitan perikanan budidaya sedianya memerlukan integrasi sistem dari hulu sampai hilir yang meliputi produksi, pengolahan dan pemasaran yang didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“Pengembangan kawasan minapolitan perikanan budidaya merupakan salah satu pengembangan kawasan yang konsisten sampai saat ini. Dari kawasan minapolitan perikanan budidaya, muncul pengembangan kawasan technopark, yang bersinergi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan ke depan, kawasan minapolitan perikanan budidaya menjadi sentra-sentra pengembangan perikanan yang berbasis kawasan,” terang Slamet.

Menurutnya, ‎kawasan minapolitan perikanan budidaya juga menjadi bukti adanya kemandirian wilayah tersebut untuk mengembangkan perekonomian berbasis perikanan budidaya. “Kawasan minapolitan perikanan budidaya yang mandiri, sebagai contohnya adalah di Kabupaten Bogor dan juga Kabupaten Banjarnegara,” imbuh Slamet.

Kawasan minapolitan perikanan budidaya, juga menjadi bagian dalam kegiatan meningkatkan keterkaitan desa-kota di 39 pusat pertumbuhan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Perikanan Budidaya (DJPB) mendukung peningkatan keterkaitan desa dan kota. Seperti di Raja Ampat, Seram Bagian Barat, Gorontalo Utara, Morowali, Pinrang, Sambas, Banjar, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah, Banyuwangi, Tabanan, Aceh Timur, Pesisir Selatan, Banyuasin, OKU Timur, Bengkulu Utara, Tulang Bawang dan Bangka Selatan,” papar Slamet.

Dia menambahkan, berbagai upaya seperti Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI), Gerakan Penggunaan Induk Unggul (GAUL), Gerakan Vaksinasi Ikan (GERVIKAN) dan program perikanan budidaya lainnya, akan terus dikembangkan dan digaungkan dari kawasan minapolitan.

“Minapolitan perikanan budidaya akan terus didorong menjadi kawasan unggulan yang mandiri dan mampu menghasilkan produk perikanan berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut. Dan, yang perlu di perhatikan dalam pengembangan kawasan ini adalah keberlanjutan usaha dan lingkungan. Sehingga, keunggulan kawasan ini akan dapat dinikmati dan di teruskan oleh generasi yang akan datang,” pungkas Slamet.

(dmd)

source: ekbis.sindonews.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments