KKP jadi Co-Host AIS Forum 2019

97
Dok. Humas PDSPKP

KKPNews, Manado – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) ikut berpartisipasi menjadi Co-Host dalam Side Event dari Archipelago and Island State (AIS/Negara Pulau dan Kepulauan) Forum 2019 bersama Sekretariat Regional  Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF). AIS Forum merupakan rangkaian diskusi dan kegiatan yang menjadi kendaraan negara pulau-kepulauan untuk secara efektif menentukan isu kelautan dan perubahan iklim.

Negara pulau-kepulauan memiliki kondisi geografi yang unik dan kekayaan keanekaragaman laut yang tinggi di dunia. Namun, negara pulau-kepulauan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim karena situasi geografi dan topografinya. Meningkatnya populasi, penggunaan sumber daya laut yang tidak lestari, dan perilaku manusia yang negatif menambah tekanan terhadap negara pulau-kepulauan. Tekanan ini membawa kerugian pada sumber daya laut dan pesisir menghasilkan kerusakan secara sosial dan ekonomi. Terkait dengan hal di atas, kerja sama di lingkup regional sangat diperlukan antar negara pulau-kepulauan untuk saling bahu-membahu dalam menentukan solusi dan aksi dari isu-isu tersebut.

Pada tahun 2018, AIS forum yang juga berlokasi di Manado dan dihadiri oleh 17 perwakilan negara pulau-kepulauan yang sukses menghasilkan Deklarasi Manado. Deklarasi ini mencakup adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, perikanan berkelanjutan, sampah di laut, dan mencari solusi inovatif yang mendukung mekanisme finansial. Tujuan Deklarasi Manado tersebut sejalan dengan Rencana Aksi Regional CTI-CFF yang menjadi acuan bagi negara-negara CT6 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini).

“Sebagai salah satu anggota AIS Forum, Indonesia dalam hal ini kementerian kelautan dan perikanan memiliki tanggung jawab untuk membangun dan memberikan rekomendasi atau konsep kebijakan global untuk pengelolaan wilayah laut dan pesisir beserta sumber daya alamnya,” ungkap Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi dalam sambutannya.

Forum ini mengusung tema “Aligning Regional Actions to Address Challenges on Coral Reefs, Fisheries and Food Security” atau “Penyesuaian Rencana Aksi dalam Menentukan Tantangan terhadap Terumbu Karang, Perikanan, dan Keamanan Pangan” yang mengacu pada target-target pada Deklarasi Manado. Ditjen PRL melaksanakan empat rangkaian acara terdiri dari: 1) Pameran dengan tema Ekowisata Bahari, 2) Penyadartahuan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam Sekolah Pantai Indonesia, 3) GEMARIKAN, 4) Kegiatan puncak berupa Talk Show dengan tema “Addressing Marine and Coastal Ecosystem Challenges” dan “Addressing Socio economic of coastal Communities Challenges”, pada side event AIS Forum.

Side Event AIS Forum yang diselenggarakan oleh KKP berlangsung mulai tanggal 29 Oktober 2019 hingga 1 November 2019 bertempat di Mega Mas dan Gedung CTI Manado. Pameran serta GEMARIKAN terbuka untuk umum, sedangkan talk show dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari perwakilan negara pada AIS Forum 2019, negara anggota CTI-CFF dan ICRI (International Coral Reef Initiative), organisasi nirlaba, perusahaan swasta, serta stakeholder terkait. (Humas PDSPKP/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments