KKP Inspeksi Penjualan Telur Penyu Di Anambas

147
Ilustrasi telur penyu. Dok. detik.com

KKPNews, Anambas – Sebagai bentuk tindak lanjut aduan masyarakat melalui fitur Direct message (DM) akun sosial media instagram @lkkpn_pekanbaru tanggal 21 Juni 2019, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru wilayah kerja (wilker) Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sidak yang dilakukan pada Jumat (21/6) ini terkait dengan aduan masyarakat perihal adanya aktivitas penjualan telur penyu oleh oknum penjual di Pasar Tradisional Tarempa.

Dalam inspeksi tersebut turut bergabung perwakilan dari Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan KKA; Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas; Satuan Pengawas PSDKP Tarempa; dan Wilker TWP Kepulauan Anambas. Briefing Tim dilakukan di Kantor Wilker TWP Kepulauan Anambas guna menyepakati aksi/tindakan yang akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap penjualan telur penyu. Berdasarkan kesepakatan tim, apabila dijumpai pelanggaran tersebut, tim akan memberikan teguran/peringatan dan sosialisasi.

Inspeksi ke pasar tradisional dimulai pada pukul 10.00 WIB, akan tetapi tidak ditemukan adanya aktifitas penjualan telur penyu. Selanjutnya, tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pasar tradisional terkait perlindungan penyu.

Pada kesempatan yang sama, tim juga melakukan pendalaman terhadap informasi yang dilaporkan dengan mencari informasi dari masyarakat yang berada di sekitar Pasar Tradisional Tarempa. Dari hasil pendalaman tersebut diperoleh informasi bahwa pagi tadi ada aktifitas penjualan telur penyu oleh oknum penjual di lokasi sekitar Pasar Tradisional Tarempa. Menindaklanjuti hal tersebut, tim lalu memberikan peringatan dan menyosialisasikan aturan terkait perlindungan penyu kepada oknum yang bersangkutan dengan tujuan agar tidak melakukan penjualan telur penyu di kemudian hari.

Dari pengakuan para oknum, mereka menyatakan menjual telur penyu dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Telur penyu yang dijual berasal dari salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas dibeli dengan harga Rp1.500,-/butir dan ditambah biaya opersional ke pulau tersebut. Mereka berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk menggantikan sumber ekonomi keluarganya, dan menyatakan kesiapan untuk diajak diskusi apabila diperlukan terkait dengan penyu.

Dari hasil inspeksi yang dilakukan hari ini, tim tidak dapat menemukan barang bukti telur penyu yang dijual di sekitar pasar tradisional. Berdasarkan masukan dari anggota tim yang turut bergabung dalam inspeksi ini, diharapkan ke depan dapat menjadwalkan kegiatan rutin untuk melakukan inspeksi terhadap penjualan telur penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas agar tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. (LKKPN Pekanbaru/Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments