KKP Gelar Rapat Kerja Teknis Pendidikan 2020 untuk Tingkatkan Wirausaha Muda Bidang Kelautan dan Perikanan

61
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP memberikan arahan pada Rapat Kerja Teknis Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2020 di Ambon,

KKPNews, Ambon – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis Pendidikan KP 2020 dengan tema “Peningkatan Peran Pendidikan Vokasional Kelautan dan Perikanan dalam Menciptakan Wirausaha Muda” di Ambon, Selasa (9/4).

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, agenda rapat ini salah satunya ialah untuk meninjau ulang materi pembelejaran yang diberikan kepada peserta didik di satuan pendidikan kelautan dan perikanan lingkup BRSDM KKP.

“10% lulusan satuan pendidikan kelautan dan perikanan lingkup BRSDM KKP harus menjadi wirausaha muda. Dalam mencetak generasi  muda untuk menjadi seorang wirausaha, yang utama adalah visi dan misi yang dimilikinya. Oleh karenanya, sudah saatnya kita meninjau kembali materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik di lingkungan,” tegasnya.

Hal itu menurutnya sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, yang memiliki visi untuk meningkatkan entrepreneur muda untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

“Saat bertemu dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Istana Merdeka, Presiden  RI Joko Widodo pernah mengatakan, bahwa negara kita membutuhkan entrepreneur yang harusnya setiap tahunnya meningkat, meningkat, meningkat. Untuk itu, lulusan peserta didik di Politeknik lingkup BRSDM harus dapat ditantang untuk menjadi startup dalam rangka menciptakan wirausaha muda,” lanjut Sjarief.

Guna mewujudkan hal tersebut, Sjarief mendorong seluruh satuan pendidikan KP dan peserta didik untuk menerapkan strategi pendidikan. Di antaranya dengan melaksanakan program kewirausahaan yang terstruktur dari semester awal sampai semester akhir melalui kokurikuler ataupun ekstrakurikuler; memiliki network dengan mitra yang mendukung penciptaan wirausaha muda; memetakan potensi bisnis bidang kelautan dan perikanan dari hulu ke hilir; serta membentuk karakter wirausaha yang tangguh melalui berbagai kompetisi, baik di dalam maupun diluar satuan pendidikan KP.

“Dengan sistem vokasi serta pendekatan teaching factory yang menggunakan porsi praktik yang lebih besar daripada teori, lulusan yang dihasilkan tidak hanya berupa praktisi pekerja, tetapi juga wirausaha. Dengan begitu, diharapkan agar terjadi peningkatan presentase lulusan yang menjadi wirausaha, yang secara implikatif dapat meningkatkan mutu pendidikan KP,” tutur Sjarief.

Guna mendorong upaya tersebut, BRSDM juga telah menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai pihak yang dilakukan sehari sebelumnya, Senin (8/4). Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Pusat Pendidikan KP, Bambang Suprakto, yang didampingi oleh seluruh Kepala Satuan Pendidikan Lingkup BRSDM. PKS tersebut diharapkan dapat turut mengembangkan sumber daya manusia dengan mempersiapkan lulusan satuan pendidikan KP agar dapat diserap oleh dunia usaha dan industri, maupun berwirausaha sendiri.

Penandatanganan PKS dilakukan antara Pusat Pendidikan KP dengan Universitas Prasetiya Mulya; SUPM Waiheru dengan PT. Patria Perikanan Lestari Indonesia, PT. Bahari Prima Manunggal, PT. Mitra Usaha Harapan dan PT. Perikanan Nusantara; serta Politeknik KP Bitung dengan PT. Siana Marine Service, PT. Blue Ocean Grace International dan Koperasi Samudra Utama Sulawesi Utara. (Humas BRSDM/ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments