KKP Gelar Pelatihan Selam Bagi Pemandu Wisata Di Lombok

120
Dok. Humas PRL

KKPNews, Lombok Timur – Direktorat Jasa Kelautan, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mempunyai tugas dan fungsi mendukung pengelolaan wisata bahari melalui kegiatan ekowisata bahari dan wisata bahari berkelanjutan menyelenggarakan kegiatan pelatihan selam tingkat advance. Pelatihan selam yang dilakukan di di Gili Petarando (Petagan, Bidara dan Kondo), Lombok, NTB ini dilakukan bekerjasama dengan Perkumpulan Penyelam Profesional Bali (P3B) bagi para pengelola wisata bahari yang memiliki komitmen untuk mengelola ekowisata.

Para peserta yang dilatih berasal dari Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, dan Lombok. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 29 juni-2 juli 2019 di Lombok Timur ini memberikan para peserta pembekalan teknik penyelaman dan materi terkait dengan ekosistem laut.

Para pengelola wisata bahari ini sekaligus berperan sebagai Kpenggiat konservasi yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Sumber Daya Laut. Mereka juga tergabung dalam Komunitas Penyelam NTB (KAPELA NTB) yang berkomitmen untuk tetap mempertahankan kondisi laut agar tetap lestari.

Diharapkan, dengan semakin banyaknya pengelola wisata bahari berkelanjutan, berbasis masyarakat, dan potensi lokal yang memiliki kemampuan selam akan tercipta pemandu-pemandu wisata yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem dan terus berupaya menjadikan laut sebagai sumber daya alam yang terjaga.

Sebagai informasi, selama ini sertifikasi selam hanya bisa dimiliki oleh individu/kelompok yang memiliki hobi selam dan berasal dari kalangan berada karena wisata selam merupakan wisata yang cukup mahal. Kondisi tersebut juga berdampak pada sangat sedikitnya pemandu selam yang berasal dari masyarakat setempat (lokal).  Kini, dengan pelatihan selam tingkat advance yang dilakukan oleh KKP dan P3B, masyarakat dapat mengembangkan keahliannya untuk tetap berkontribusi bagi laut sekaligus menjadi pemandu wisata.

Untuk menjadi pemandu wisata, masyarakat yang ikut serta dalam pelatihan ditingkatkan kemapuannya pada level rescuer, bahkan hingga dive master.  (Humas PRL/ERB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments