KKP Gelar FGD Penyusunan RZKSNT Pulau Rote dan Pulau Ndana

24
Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Kupang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Pengelolaan Ruang Laut menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Nasional Tertentu (RZKSNT) Pulau Rote dan Pulau Ndana di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (23/10).

FGD dihadiri oleh LANTAMAL VII Kupang, Balai Besar KSDA Provinsi NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Kantor Wilayah BPN Provinsi NTT, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, BKKPN Kupang dan BPSPL Denpasar.

Kasie PP, Rahmat Hidayat sebagai pembuka acara menyampaikan bahwa saat ini proses pendataan potensi pada Pulau Rote dan Pulau Ndana sudah berlangsung. Ia berharap, data yang diperoleh mampu mendukung percepatan pencadangan pulau-pulau tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil survey dan diskusi.

Hasil survey potensi disampaikan oleh Kepala Sie Kawasan Strategis Nasional Tertentu, Arief Sudianto. Ia memaparkan tentang potensi pulau-pulau kecil terluar di NTT. Menurutnya, pemanfaatan pulau-pulau kecil terluar mempertimbangkan beberapa asepek seperti pertahanan dan kemanan, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

“Terdapat 7 pulau di NTT yang diprogram untuk dilakukan pencadangan yaitu Pulau Batek, Rote, Ndana, Sabu, Dana, Manggudu dan Alor. Proses survey ketujuh pulau akan diatur sedemikian rupa agar rampung pada tahun 2021,” ujar Arief.

Ia melanjutkan, hasil survey dikompilasi untuk disesuaikan dengan jenis pemanfaatan PPKT yang ada, namun untuk pemanfaatan demi pertahanan dan keamanan adalah mutlak dilakukan. Beberapa hasil diskusi pengembangan Pulau Rote dan Ndana antara lain ditujukan untuk: wisata bahari, budidaya laut, perikanan tangkap, dan konservasi. Adapun diskusi juga membahas hasil mapping untuk jalur pelayaran, rencana zonasi, rencana pemanfaatan, keanekaragaman hayati laut dan darat, dan fasilitas umum yang tersedia. Kemudian, Kota Kupang juga diharapkan dapat menjadi pintu awal akses masuk ke Pulau Ndana.

Acaraditutup dengan penandatanganan berita acara. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang serasi antar stakeholders yang menaungi atau berkegiatan di Pulau Rote dan Ndana. (BPSPL Denpasar/Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments