KKP Gandeng Universitas Wollonggong untuk Riset Kelautan & Budidaya Perikanan

253
Menteri Edhy bersama Wakil Rektor Universitas Wollongong Alex Frino (Foto: KKP)

KKPNews, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Universitas Wollongong, Australia, untuk mengembangkan industri kelautan dan perikanan.

Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dan University of Wollongong. MoU diteken oleh Kepala BRSDM Sjarief Widjaja dan Wakil Rektor Bidang Strategi Global Universitas Wollongong Alex Frino.

Baca juga: Di Australia Lobster Bisa Bibudidaya ddari Telur hingga Dewasa

Penandatanganan MoU dilakukan di Wisma Indonesia di Sydney, dan disaksikan langsung oleh Menteri KKP Edhy Prabowo bersama delegasi dari Indonesia.

Turut hadir sejumlah pejabat eselon satu dan staf khusus KKP yang terdiri dari Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, dan Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.

Selain itu masih ada Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin, Penasihat Menteri KKP Rokhmin Dahuri, Wakil Ketua Bidang Sinergi Dunia Usaha KP2-KKP Agnes Marcellina Tjhin, dan Ketua KP2-KKP Effendi Gazali, Konsul Jenderal RI untuk New South Wales, Queensland, dan South Australia Heru Hartanto Subolo juga hadir di lokasi.

Menteri Edhy bersama perwakilan Universitas Wollongong, Australia (Foto: KKP)
Menteri Edhy bersama perwakilan Universitas Wollongong, Australia (Foto: KKP)

“Hari ini kita ada MoU setelah kunjungan Presiden Jokowi (Joko Widodo) bertemu dengan perdana menteri Australia dua minggu lalu. Dari KKP ada tindak lanjut secara langsung kita implementasikan,” ujar Edhy di lokasi, Minggu (1/3) waktu Australia.

“Banyak hal kita kerja samakan, yang paling penting adalah bagaimana risetnya mereka ini bisa membantu risetnya indonesia. Terutama tentang tugas presiden kepada kami untuk mengembangkan sektor budidaya. Budiaya ini sangat potensial,” ungkapnya.

Baca juga: KKP Kerja Sama dengan Universitas Tasmania

Kedua belah pihak wajib mengembangkan dan mendorong peningkatan kapasitas, penelitian dan pengembangan mengenai hal-hal sebagai berikut:
– Ekonomi Biru;
– Perubahan Iklim, Perikanan, Budidaya, dan Ketahanan Pangan;
– Tata Kelola Perikanan dan Budidaya;
– Pengelolaan Perikanan dan Ekonomi Kelautan termasuk Perikanan Tidak Sah, Tidak Dilaporkan dan – Tidak Diatur;
– Lingkungan Laut;
– Perbatasan dan Batas Maritim;
– Penegakan Hukum dan Regulasi Maritim;
– Keamanan dan Strategi Maritim;
– Kelautan;
– Tata Kelola Kelautan; dan
– Ruang Lingkup lainnya yang Disepakati Bersama

Penandatangan MoU ini merupakan agenda terakhir delegasi Menteri KKP dalam kunjungan kerja sepekan di Australia, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Melbourne dan Institute for Marine and Antartic Studies (IMAS) di Hobart.

Acara penandatanganan dilanjutkan dengan ramah tamah yang juga dihadiri oleh masyarakat dan diaspora Indonesia di Sydney, di antaranya Presiden Indonesian Community Council (ICC), Presiden Asosiasi Restoran Indonesia di Sydney, Presiden Indonesian Business Council, dan perwakilan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments