KKP Gandeng BRI untuk Program Pemberdayaan Nelayan

109
KKP BRI kerja sama dalam program pemberdayaan nelayan (Foto KKP))

KKPNews, DEMAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dalam menggelar kegiatan pemberdayaan nelayan.

Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan keluarganya melalui pengembangan dan diversifikasi usaha di Balai Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan DJPT, Ridwan Mulyana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi kebijakan KKP dan bentuk perhatian khusus bagi masyarakat nelayan sebagai pelaku utama pembangunan Perikanan Tangkap.

“Pemberdayaan nelayan ini dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS) DJPT KKP dengan BRI. Penandatanganan PKS tersebut pada tanggal 27 Januari 2020 di Palembang-Sumatera Selatan bertepatan dengan acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) DJPT,” jelas Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan pada 19 hingga 21 Februari 2020 sebagai implementasi awal (pilot project) kerjasama DJPT dengan Bank BRI. Selanjutnya akan ada lokasi/desa nelayan lain yang akan dibantu dan difasilitasi pengembangannya baik fasilitasi fisik (sarana dan prasarana desa) maupun pemberdayaan usaha nelayan dan keluarganya.

KKP bekerja sama dengan BRI untuk pemberdayaan nelayan
KKP bekerja sama dengan BRI untuk pemberdayaan nelayan

Kegiatan pemberdayaan nelayan di Demak diikuti oleh 110 orang peserta yang terdiri dari 60 nelayan dan 50 wanita nelayan (wanel). Ridwan mengatakan, 60 nelayan dilatih untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan nelayan, pengelolaan keuangan, bagaimana cara merawat dan memperbaiki perbaikan mesin kapal perikanan, informasi terkait dengan sertifikasi keterampilan penangganan ikan (SKPI) serta penguatan kelembagaan bagaimana membentuk koperasi. Sedangkan untuk wanita nelayan akan dilatih cara mengembangkan diri menjadi wanita nelayan yang lebih produktif dengan memberikan keterampilan pengolahan produk perikanan sampai dengan cara pengemasan yang baik agar bisa dijual.

”Selain peningkatan keterampilan dan wawasan melalui bimbingan teknis, nelayan dan keluarganya juga mendapatkan bantuan alat pendukung usaha, seperti alat penangkap ikan (API), set kunci perbaikan mesin kapal perikanan, cool box, freezer, Sealer, dan alat penunjang pengolahan produk perikanan,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Ridwan berharap adanya peran serta aktif dari Dinas KP Kabupaten Demak dan khususnya Para Penyuluh Perikanan di Kabupaten Demak serta aparat desa Morodemak serta instansi terkait untuk terus mendampingi dalam meningkatkan usaha nelayan dari segi jumlah dan pendapatan yang dihasilkan.

”BRI nantinya akan melibatkan usaha nelayan dan keluarga nelayan ini dalam Rumah Kreasi BUMN (RKB). RKB akan secara berkala mengadakan pelatihan-pelatihan teknis pengembangan ekonomi produktif untuk membantu usaha nelayan dan keluarga nelayan semakin maju, mandiri, meningkat dan berdaya saing,” imbuhnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments