KKP Fokus Kembangkan Budidaya Lobster di Kawasan Sentra Benih

212
Menteri Edhy bersama peneliti lobster Universitas Tasmania (Foto: KKP)

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menyusun langkah dalam merealisasikan program budidaya lobster di Tanah Air. Pasalnya, potensi benih lobster di Indonesia cukup besar harus dan dimanfaatkan secara maksimal dengan tidak merusak lingkungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, perlu kajian matang dalam meluncurkan program budidaya lobster. Dia tidak ingin, semangat budidaya malah merusak lingkungan.

“Jangan sampai dengan semangat budidaya, kita malah merusak lingkungan, bahkan malah menghilangkan benih lobster di daerah itu. Perlu hitungan dan analisa. Tim kami sedang menyiapkan,” ujar Edhy dalam konferensi pers secara online di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

KKP sudah menandatangani kerja sama dengan Universitas Tasmania dan Komisi Riset Pertanian Australia (ACIAR) untuk mengembangkan budidaya lobster di Indonesia. Menteri Edhy bahkan sudah mengunjungi Australia untuk melihat langsung hatchery lobster milik Institut Studi Kelautan dan Antartika (IMAS) Univeritas Tasmania.

Kerjasama dengan kampus dan periset menurutnya sangat penting untuk menguatkan budidaya lobster yang sudah berjalan, seperti di Nusa Tenggara Barat. Dengan metode keilmuan, dia yakin hasil budidaya lobster akan lebih optimal.

“Mereka (pembudidaya di NTB) secara alamiah melakukan budidaya. Tapi dari sisi budidaya yang baik dan benar, itu masih perlu penyempurnaan. Makanya kami kerjasama dengan Universitas Tasmania dan ACIAR. Mereka sudah lihat dan akan bantu,” urai Edhy.

teropongbisnis.com
teropongbisnis.com

Sebagai langkah awal budidaya lobster, KKP akan memfokuskan pada wilayah yang selama ini masyarakatnya menggantungkan hidup dari mencari benih. Wilayah-wilayah ini dianggap lebih siap untuk melakukan budidaya hewan krustasea ini.

“Tempatnya banyak sekali, tapi apakah tempat itu sudah sesuai dengan norma berbudidaya yang benar, itu lagi kita kaji,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (66.7%)
  • Terinspirasi (33.3%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments