KKP Dukung Kontes Ikan Cupang Virtual

239
Salah satu peserta kontes ikan cupang virtual

KKPNews, Jakarta – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memicu berbagai terobosan.

Seperti dilakukan oleh Asosiasi Pelaku Usaha Ikan Cupang Indonesia atau IndoBetta Splendens dalam menyelenggarakan Kontes Ikan Cupang Virtual bertajuk “Virtual Indobetta Splendens Charitty Betta Show 2020” yang diadakan pada tanggal 16 – 19 Mei 2020.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto yang berkesempatan menutup sekaligus menjadi juri dan mengumumkan pemenang dalam kategori Best of Show mengungkapkan, kontes ikan hias virtual ini merupakan kreativitas dan inovasi yang baru dan patut dicontoh oleh komunitas ikan hias yang lain untuk mensiasati keterbatasan akibat adanya virus Covid-19.

“Apresiasi tinggi saya berikan kepada panitia penyelenggara yang berhasil melangsungkan kontes virtual ini dengan teknis pelaksanaan yang cukup lancar. Saya harap inovasi tidak berhenti disini dan upaya untuk melakukan kontes serupa dapat terus dilakukan dan diperbanyak,” jelas Slamet.

Cupang

Dia menyoroti potensi budidaya ikan hias, khususnya komoditas ikan betta/cupang memiliki pasar yang cukup bagus baik di pasar lokal maupun ekspor. Permasalahan yang timbul pada kondisi Covid-19 seperti masalah transportasi, dapat dicarikan solusinya.

“KKP telah melakukan berbagai upaya terutama untuk mengatasi masalah transportasi baik antar daerah di Indonesia maupun untuk produk ekspor yang dialami oleh pembudidaya secara umum. Kami telah melayangkan surat kepada Kepala Gugus Tugas Covid-19 dengan tembusan kepada instansi lain yang terkait seperti Kapolri, Menteri Perhubungan dan juga Kepala Dinas di daerah untuk kemudahan akses logistik bidang kelautan dan perikanan,” jelas Slamet.

Cupangg

Slamet mengimbau pelaku usaha ikan hias yang masih mengalami kesulitan dalam hal pengiriman baik di dalam maupun ke luar negeri dapat memberikan informasi untuk dicarikan solusinya. Untuk kendala ekspor, KKP siap untuk membantu menelusuri dan menginformasikan terkait keterbukaan akan produk impor dan skala prioritas masing-masing negara.

“Membaiknya kinerja ekspor ikan hias Indonesia merupakan peluang yang luar biasa bagi pelaku usaha ikan hias di Indonesia. Dengan mulai terbukanya kembali pasar internasional, Indonesia menjadi negara eksportir ikan hias nomor satu di dunia bukanlah mimpi,” sambung Slamet.

Menurut data, untuk tahun 2018 nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai USD 32,23 Juta, bahkan pada semester 1 2019 nilai ekspor ikan hias sudah mencapai USD 16,54 juta atau tumbuh sebesar 2,56% dibandingkan semester 1 2018. Pada tahun 2020 ditargetkan 6-10% total nilai ekspor perikanan disumbangkan melalui ekspor komoditas ikan hias.

“Dengan nilai estetika yang luar biasa, ikan cupang atau betta termasuk salah satu yang digemari masyarakat dunia. Kita patut berbangga bahwa ikan cupang hasil budidaya dari Indonesia cukup terkenal di mancanegara karena keragaman varian yang cukup banyak dan bernilai estetika tinggi,” imbuh Slamet.

Cupank

Slamet menegaskan bahwa KKP siap untuk terus memberikan dukungan terhadap kreasi kegiatan seperti ini karena dapat memberikan hiburan dan kegembiraan kepada masyarakat penikmat ikan hias di tengah pandemi Covid-19. “Dengan hati yang gembira dan senang, maka masyarakat mendapatkan semangat baru dan antusias menghadapi situasi sekarang ini,” tutup Slamet.

Sementara itu Ketua panitia Virtual Indobetta Splendens Charitty Betta Show 2020, Joty Atmadjaja mengungkapkan bahwa acara tersebut diadakan sebagai bentuk belarasa terhadap pembudidaya ikan cupang yang terdampak covid-19. Selain kontes ikan cupang, turut diadakan penggalangan dana melalui sponsor dan peserta yang akan diberikan kepada pembudidaya cupang yang membutuhkan.

“Kami merasa prihatin karena sejak bulan Februari tahun ini semua kontes dibatalkan, oleh karenanya kami berinisiatif untuk mengadakan kontes ikan hias virtual pertama di Indonesia ini. Antusiasme yang kami dapatkan cukup besar, karena total ikan cupang yang lolos seleksi untuk dilombakan mencapai hampir 300 video dengan peserta yang berasal dari 33 kota di Indonesia, bahkan ada peserta dari mancanegara seperti Amerika Serikat, Malaysia dan Singapura” papar Joty.

Dengan baru pertama kali diadakan, Joty menyadari masih banyak kekurangan dari teknis pelaksanaan kontes. Oleh karena itu, pihaknya siap melakukan evaluasi untuk beberapa perbaikan di penyelenggaraan kontes virtual berikutnya. “Semoga kontes ikan cupang online ini dapat menjadi inspirasi bagi pecinta ikan hias di manapun, selama pandemi corona belum berakhir kita masih bisa berkreasi dan adaptasi dengan kondisi yang ada” pungkas Joty.

Sebagai informasi, kontes kali ini memperlombakan 5 division berdasarkan bentuk ekor dari cupang serta berdasarkan kriteria standar penilaian International Betta Congress (IBC). Kelima division yang diperlombakan ialah Halfmoon, Double Tail, Crown Tail, Plakad, dan Giant serta 1 kategori terbaik (Best of Show) . Prima Novando dari Denpasar berhasil menjadi juara di halfmoon division, M. Noor dari Palangkaraya menjadi juara di Crown Tail Division, Agung Hidayatullah dari Serdang Bedagai menjadi juara di Plakad Division, serta Tri Martha Kusuma Putra dari Depok menjadi juara di Giant division. Adapun juara dari Double Tail division sekaligus menjadi Best of Show diraih oleh Frangky Leo dari Jakarta.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (57.1%)
  • Terhibur (14.3%)
  • Terinspirasi (14.3%)
  • Tidak Peduli (14.3%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments