KKP Desain Jejaring Kawasan Konservasi di WPP 715

59
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP, Andi Rusandi, dalam lokakarya Verifikasi Ahli Desain Jejaring Kawasan Konservasi Perairan di WPP 715, Selasa (6/8). Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (Dit. KKHL) bersama dengan USAID SEA Project, The Nature Conservancy Indonesia  dan  Coral Triangle Center  mengadakan Lokakarya Verifikasi Ahli Desain Jejaring Kawasan Konservasi Perairan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 pada tanggal 6-7 Agustus 2019 di Jakarta.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Andi Rusandi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya ini dilaksanakan dalam rangka penyempurnaan draf Desain Jejaring Kawasan Konservasi Perairan di WPP 715.

Andi menambahkan, hingga saat ini luas kawasan konservasi perairan Indonesia telah mencapai 22,69 juta hektar.

“Indonesia bangga karena memiliki lebih dari 20 juta hektar Kawasan Konservasi Perairan dan akan lebih bangga jika kita mampu mengelola kawasan tersebut dengan efektif dan efisien,” ujarnya.

Kawasan konservasi merupakan instrumen penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan karena dapat melindungi habitat, menjaga struktur dan fungsi ekosistem, serta menjaga keanekaragaman spesies.

Melindungi 20 – 40 persen wilayah laut dari penangkapan ikan akan meningkatkan hasil penangkapan jangka panjang dan mengurangi tekanan penangkapan berlebih.

“Efektivitas pengelolaan suatu kawasan harus bisa terukur dengan jelas sehingga manfaatnya pun bisa dirasakan oleh masyarakat” pungkas Andi. (Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Sedih (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments