KKP Berikan Bantuan Rp 16,1 Miliar Atasi Dampak Aturan Larangan Penangkapan Benih Lobster

403
Copyright by finance.detik.com

KKPNews, Lombok Barat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyadari pemberlakuan pelarangan penangkapan lobster, kepiting dan Ranjungan dalam kondisi tertentu seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No. 1 Tahun 2015 akan memberikan dampak bagi para penangkap benih lobster di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan kondisi tersebut membuat KKP memberikan bantuan untuk mengatasi dampak tersebut, khususnya di propinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu senilai Rp. 16,1 Milyar.

“Bantuan ini berupa sarana produksi perikanan budidaya yang diberikan kepada 244 kelompok atau koperasi yang akan melibatkan sekitar 2400 orang tenaga kerja”, terang Slamet di sela-sela peresmian laboratorium kultur jaringan rumput laut,di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok, Lombok Barat, Kamis (26/11).

Seperti diketahui, Permen KP Nomor 1 Tahun 2015 masih terus disosialisasikan oleh KKP hingga akhir tahun ini dan baru diberlakukan per tahun 2016 mendatang. Nelayan-nelayan sempat mengeluhkan Permen KP tersebut diyakini akan mematikan mata pencaharian mereka. Sebab pada Pasal 3 Ayat 1 Permen KP itu disebutkan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan, dapat dilakukan dengan ukuran karapas di atas 8 cm untuk lobster, ukuran lebar karapas di atas 15 cm untuk kepiting dan ukuran lebar karapas di atas 10 cm untuk rajungan. Sementara dii lapangan, untuk menemukan spesies dengan ukuran yang dipersyaratkan Permen KP itu sangat sulit.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments