KKP Bahas Ecosystem-Based Adaption dalam COP 25 untuk Perubahan Iklim di Madrid, Spanyol

32
Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Jakarta –┬áDesember 2019. Dalam diskusi panel tersebut, Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempromosikan solusi terhadap perubahan iklim menggunakan Adaptasi Berbasis Ekosistem (Ecosystem-Based Adaptation-EbA) untuk melindungi laut, masyarakat pesisir, dan perikanan skala kecil.

Ekosistem laut dan masyarakat pesisir sangat rentan terhadap perubahan iklim. Maka EbA menjadi salah satu solusi berbasis alam yang memanfaatkan jasa ekosistem sebagai bagian strategi adaptasi yang menyeluruh. EbA membutuhkan berbagai kegiatan pengelolaan ekosistem pantai dan laut untuk membangun pertahanan agar masyarakat pesisir dan lingkungannya tidak rentan terhadap perubahan iklim. Adapun EbA mengutamakan perlindungan untuk manusia, namun tetap mengakui manusia sangat bergantung pada integritas ekosistem.

Salah satu bentuk kegiatan EbA yang tertuang dalam adalah Sabuk Pantai dan Hybrid Engineering yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pada 5 tahun terakhir, Indonesia menargetkan untuk mengurangi kerusakan pesisir hingga 1.950 Ha/tahun yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang kemudian ditetapkan dalam Rencana Stategis melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 45 tahun 2015 mengenai Restorasi Kawasan Pesisir 2015-2019. Hingga saat ini KKP telah berhasil membangun 17.209 meter sabuk pantai dan 27.275 meter hybrid engineering.

Adapun delegasi Indonesia pada yang hadir mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan pada COP 25 untuk Perubahan Iklim dipimpin oleh Suseno Sukoyono, Staf Ahli Menteri Bidang Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga KKP. Diskusi Panelis pada side event COP 25 tersebut diisi oleh presentasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, The International Climate Initiative, Rare, UN-FAO, dan sektor swasta. Dari diskusi panelis tersebut, diharapkan akan banyak informasi dan data dari EbA di berbagai negara yang kemudian digunakan untuk menguraikan tantangan dan peluang dari perspektif pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. (Humas DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments