KKP Alokasikan 40 Persen Beasiswa untuk Anak Nelayan

609
ilustasi dari panoramio.com

KKPNews, Pangandaran – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) mengalokasikan 40 persen beasiswa untuk anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, yakni nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak garam.

Sekretaris BPSDM KP Rina, Rabu (16/3) mengatakan, nantinya peserta didik akan ditempatkan di satuan pendidikan tersebut terdiri dari sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), tiga Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP), dan satu Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di lima kampus.

Rina menjelaskan keberpihakan BPSDMP KP terhadap anak-anak pelaku utama bertujuan mendorong mereka mendapatkan pendidikan di sekolah yang tepat, yang mampu mengangkat kearifan lokal yang mereka miliki menjadi pengetahuan yang terstruktur, serta mengembangkannya sebagai modal untuk bekerja dan menjadi pelaku utama yang lebih modern.

“Mereka sudah mendapatkan ini dari lingkungan yang membesarkannya. Hanya saja mereka butuh polesan intelektual agar lebih pintar dalam memanfaatkan karekater dan fisik tangguh yang dimilikinya,” tuturnya.

Dia menambahkan pendidikan tersebut harus satu koridor dengan apa yang mereka alami sehari-hari dan bisa memberikan efek manfaat bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

Rina menuturkan jika kegiatan pendidikan diperuntukkan bagi anak-anak pelaku utama usia sekolah, maka kegiatan pelatihan diperuntukkan bagi para pelaku utamanya.

Untuk itu, BPSDMP KP perlu menyelenggarakan promosi pelatihan, dalam kesempatan ini dilakukan di Pangandaran.

“Hal ini agar masyarakat dapat memahami dan tertarik untuk mengikuti pelatihan bagi masyarakat yang diselenggarakan BPSDMP KP, melalui enam Balai Diklat dengan wilayah kerja seluruh Indonesia,” ucapnya.

Rina menyebutkan pelatihan tersebut terdiri dari pelatihan penangkapan ikan, permesinan kapal, budidaya perikanan, pengolahan dan pemasaran produk perikanan, kerajinan kekerangan, usaha garam, konservasi perairan, pengawasan, dan sebagainya.

Tak hanya melalui Balai Diklat, pelatihan juga dilakukan melalui Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP). “Pelaku utama maju di sektor kelautan dan perikanan dan dapat menyelenggarakan pelatihan ditetapkan BPSDMP KP menjadi P2MKP, untuk melatih masyarakat sekitar, di bawah binaan Balai Diklat di masing-masing wilayah kerja,” ujarnya. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments