KKP Akselerasi Pelayanan Perizinan Nelayan Kecil di Bali

77
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Pengambengan (16/8) – Aktivitas perikanan di Provinsi Bali khususnya di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, kunjungan kapal ke kawasan ini meningkat signifikan yang berjalan seiring dengan kenaikan produksi perikanan tangkap.

Komoditas primadona saat ini adalah perikanan lemuru. Data produksi ikan ini di tahun 2019 sampai bulan Juli sudah mencapai 7.527 ton.

“Dengan semakin membaiknya stok ikan di perairan nasional sebagai dampak keberhasilan pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing dan peralihan penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, kini ikan pun semakin mudah ditangkap dan dalam jumlah melimpah, termasuk di Samudera Hindia dan Selat Bali yang menjadi daerah penangkapan nelayan yang berpangkalan di PPN Pengambengan,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M. Zulficar Mochtar.

“Frekuensi kunjungan kapal perikanan ke pelabuhan ini sangat menjanjikan. Pada tahun 2018, tercatat  6.356 kunjungan kapal. Jumlah ini meningkat 183,60% dari tahun 2017 yang mencatat 2.241 kunjungan kapal dan seluruhnya merupakan kapal-kapal berukuran di atas 30 GT,” lanjutnya.

Sementara itu, pada tahun 2019 sampai dengan Juli, jumlah kunjungan kapal sudah mencapai 3.759 kali atau 59% dari total kunjungan pada tahun 2018. Diperkirakan tren positif ini akan berlanjut dan melampaui pencapaian di tahun 2018.

Pelayanan untuk Nelayan Kecil

Untuk makin menggairahkan aktivitas perikanan di PPN Pengambengan, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) melakukan bebagai gebrakan. Berbagai pembenahan dan renovasi pelabuhan perikanan dilakukan dalam tiga tahun terakhir dengan harapan makin mengoptimalkan pelayanan kepada para nelayan dan pelaku usaha.

Selanjutnya terkait dokumen dan perizinan kapal, juga dilakukan berbagai langkah. Pada bulan Juli 2019, dilaksanakan Gerai Terpadu DJPT bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk penerbitan Pas Kecil kapal perikanan. Sudah diterbitkan 276 Pas Kecil dari 373 kapal yang mengajukan permohonan.

“Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, pada tanggal 15-16 Agustus 2019, DJPT melaksanakan sosialisasi dan pendampingan perizinan usaha perikanan tangkap. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan perizinan bagi kapal perikanan berukuran di atas 30 GT dan berukuran 10 – 30 GT serta pelayanan penerbitan Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP) bagi kapal yang telah mempunyai Pas Kecil,” papar Zulficar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerja sama DJPT dengan Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Bali. Dalam kegiatan ini hadir sebanyak 80 pemilik kapal yang didominasi pemilik kapal berukuran di bawah 5 GT dengan alat tangkap purse seine, gill net, pancing, dan bubu.

“Nelayan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain karena mendapatkan informasi tentang mekanisme perizinan secara jelas, mereka juga dapat langsung dilayani di lokasi secara cepat dan bebas biaya. Dalam sehari pelayanan BPKP, sebanyak 123 dokumen telah ditandatangani dan lebih dari 96 sedang diproses. Nelayan berharap dengan mempunyai BPKP dan Pas Kecil, operasional penangkapan ikan akan semakin nyaman karena patuh terhadap regulasi dan mendapatkan hasil yang maksimal,” tutup Zulficar. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments