Kerja Sama KKP– Norwegia Tuai Pujian

53
dok.humas KKP

KKPNews, Jakarta – Kerja sama yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan lembaga riset asal Norwegia turut diapresiasi oleh Pengamat Sektor Perikanan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim.

 “Inisiatif kolaborasi dengan IMR (lembaga riset Norwegia) adalah baik,” ujar Abdul Halim, Jakarta, Jumat (22/6).

Menurutnya, kerja sama dengan pihak asing perlu diapresiasi sepanjang terukur keluaran yang diharapkan dan sungguh-sungguh memberikan manfaat kepada rakyat, khususnya pemangku kepentingan di sektor perikanan nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelumnya turut mengajak Institute of Marine Research (IMR) dari Norwegia untuk mengembangkan Puslitbang Kelautan dan Perikanan milik KKP di Bali.

“Kami ingin mengajak IMR bekerja sama dalam mengembangkan Puslitbang di Bali. IMR nanti dapat mempromosikan best practices-nya untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan di Samudra Hindia dan Pasifik,” ungkap Menteri Susi.

IMR itu sendiri merupakan lembaga riset yang digunakan oleh Kementerian Perikanan Norwegia untuk mengumpulkan data perikanan Norwegia, termasuk kajian stok ikan dan kondisi ekosistem laut.

IMR memiliki tujuh kapal penelitian yang setiap tahunnya berlayar selama 2.000 hari dalam melaksanakan tugasnya untuk mengumpulkan data-data terkait ekosistem laut yang diperlukan dalam pengembangan sektor perikanan Norwegia.

Dalam periode 2009-2012, KKP-IMR telah menjalin kerja sama dalam lingkup manajemen perikanan, termasuk kajian stok ikan, pengembangan budi daya yang fokus pada aspek-aspek operasional, perencanaan, dan kesehatan ikan serta di bidang pendidikan.

Sebelumnya, Menteri Susi menambahkan, dunia internasional harus mempertegas komitmen globalnya untuk bersatu dalam rangka memberantas aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di berbagai lautan

“Dunia harus bersatu memerangi penangkapan ikan secara ilegal yang marak di dunia, yang wilayah operasinya melintasi batas antar negara,” ujar Menteri Susi saat menjadi pembicara dalam peringatan Hari Internasional Perlawanan terhadap Penangkapan Ikan Ilegal yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni di kantor FAO, Roma, Italia.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Susi menambahkan mengimbau agar dunia internasional untuk dapat mempertegas komitmen dalam upaya pemberantasan IUU Fishing, seperti yang sudah dilakukan Indonesia. (Irma Prihandini)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments