Kepala BRSDM Lantik 75 Taruna/i Angkatan II Tahun Akademik 2018/2019 Politeknik KP Jembrana

71
dok.humas BRSDM KP

KKPNews, Jembarana –

Taruna/i Angkatan II Tahun Akademik 2018/2019 Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana dilantik secara resmi oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, pada Kamis, 13 Desember 2018, bertempat di GOR Krisna Jvara, Jembrana.

Dalam giat ini, Kepala BRSDM Sjarief melantik 75 taruna-taruni, yang terdiri dari 21 taruna/i dari progam studi (prodi) Perikanan Tangkap, 24 taruna/i dari prodi Budidaya Ikan dan 30 taruna/i dari prodi Pengolahan Hasil Laut. Di mana 36 orang diantaranya berasal dari keluarga pelaku utama perikanan (PUMAKAN).

Dalam arahannya, Sjarief berharap pada seluruh taruna/i untuk dapat mendukung terwujudnya sektor kelautan dan perikanan yang berdaulat, mensejahterakan bangsa, berkelanjutan, serta memiliki daya saing yang tinggi.

“Dengan segenap rasa bangga dan berbahagia, para taruna dan taruni yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo dan berbagai wilayah hingga Palembang dan Sumbawa sudah resmi menjadi Taruna dan Taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana Angkatan II (Kedua). Dengan dilantiknya taruna taruni, perjuangan kalian masih belum berakhir hingga menyelesaikan pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana,” ucap Sjarief.

Sjarief turut menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan lingkup KKP bersendikan 4 pilar utama, yakni learning to know, to do, to life together dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter unggul dan cerdas, dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character building).

Sistem pendidikan BRSDM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga menerapkan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory yaitu 60 persen teori dan 40 persen praktik. Hal tersebut dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, serta berkarakter baik, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan.

Bupati Jembrana I Putu Artha dalam arahannya berharap agar para taruna/I dapat membangun kelautan berbasis kerakyatan hingga tercapainya peningkatatan pangan yang bersumber dari hasil produksi perikanan.” Dibutuhkan pemuda pemudi Indonesia yang memiliki keterampilan, keahlian semangat, dan potensi untuk menjadi garda terdepan bangsa yang mampu mengelola kekayaan kelautan dan perikanan Indonesia,” tegasnya.

Dalam giat ini turut dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Politeknik KP Jembranan dengan Dinas Perhubungan dan Kelautan JEmbrana, Fakultas Pertanian Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Jembrana, CV. Segara Sujaya, PDD Jembrana Politeknik Negeri Bali Rintisan Akademi Komunitas Negeri Jembrana.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Wakil Bupati Jembrana, Ketua DPRD Jembrana, FORPINDA Kabupaten Jembrana, Sekretaris Daerah Kab. Jembrana, Koordinator Pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltek KP Jembrana, Kepala Dinas Provinsi Bali, Kepala Dinas/Balai/Unit di Lingkungan KKP Jembrana, serta para Orang Tua Taruna/i.

Dalam rangka menyiapkan tenaga ahli Madya yang memiliki kekhussusan baik kualitas akademik maupun kepribadian sesuai dengan ketrampilan yang diperlukan, maka sistem pendidikan yang diterapkan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana adalah sistem gugur pada setiap Akhir Semesternya serta sistem kehidupan kampus yang mewajibkan seluruh taruna tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan dengan berbagai peraturan dan tata tertib yang bersifat mengikat.

Terdapat beberapa tahap yang calon taruna dan calon taruni sudah laksanakan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana yang pertama ketika calon taruna taruni datang ke Kampus, langsung melakukan tahap kegiatan DIKLAT SAR Fisik Mental dan Disiplin Maritim kurang lebih selama 1 Minggu di RINDAM IX UDAYANA, TABANAN, BALI untuk lebih disiplin, tanggap dan bekarakter. (humas_brsdm)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments