Kembangkan Sumber Daya Kelautan, KKP Kerja Sama dengan Universitas Tasmania

45
Menteri Edhy bersama peneliti lobster Universitas Tasmania (Foto: KKP)

KKPNews, Tasmania РMenteri Kelautan dan Perikanan melakukan lawatan ke Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS), atau pusat studi kelautan dan antartika, Universitas Tasmania, Australia Kamis (27/1).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy melihat langsung proses pengembangan teknologi budidaya lobster serta menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Universitas Tasmania.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berdiri di sini di depan rekan-rekan Australia dan rekan-rekan saya di Indonesia dalam menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Universitas Tasmania,” kata Edhy.

Menteri Edhy menambahkan, sebagai negara yang bertetangga, Indonesia dan Australia memiliki kerja sama yang kuat dan bermakna di bidang kelautan dan perikanan. Bahkan, Universitas Tasmania merupakan salah satu mitra strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan di Australia.

“Pada 2012, Kementerian dan Universitas Tasmania menandatangani Letter of Intent tentang Pengembangan Kelembagaan Kelautan dan Perikanan dan Pengembangan Kapasitas, dan kemudian saya mencatat Universitas Tasmania dan Universitas Perikanan Jakarta (STP) berkolaborasi dalam pengembangan kurikulum berbasis kejuruan dan melakukan penelitian,” sambungnya.

Penandatanganan MoU KKP dengan Universitas Tasmania
Penandatanganan MoU KKP dengan Universitas Tasmania

Selain itu, Menteri Edhy memaparkan sejumlah kegiatan yang menumbuhkan kerja sama antara dua lembaga untuk melaksanakan pertukaran dosen, pengembangan sumber daya manusia, dan penelitian bersama. Menurutnya, penandatanganan MoU dengan Universitas Tasmania turut mendukung program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo seperti pengembangan manajemen sumber daya manusia serta transformasi ekonomi.

“Saya senang menyaksikan penandatanganan MOU, karena MoU ini setidaknya akan mendukung implementasi dua program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi,” jelasnya.

Sebagai informasi, IMAS memiliki tiga program penelitian utama, yakni bidang perikanan dan akuakultur, ekologi dan keanekaragaman Hayati, serta lautan dan cryosphere. Ketiga program penelitian tersebut dihubungkan oleh tema lintas disiplin keilmuan terkait perubahan iklim dan kelautan. Selain itu, mereka juga menguasai teknologi budidaya lobster.

Dalam lawatan ini, Menteri Edhy bersama Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Dirjen Penguatan Daya Saing, Nilanto Perbowo, serta Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia, Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja melakukan pertemuan dengan Para Peneliti di IMAS – Universitas Tasmania, diantaranya DR.Craig Proctor Peneliti Senior di CSIRO, Direktur IMAS UTAS DR. Terry Bailey. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi laboratorium perikanan dan budidaya, diantaranya Lobster.

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments