Kembangkan Mina Padi, Pemerintah Siapkan Rp 4,5 Miliar

329
copyright by www.firman-its.com

KKPNews, Jakarta – Pengembangan budidaya perikanan dengan sistem mina padi menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya serta Kementerian Pertanian.

Tahun ini misalnya, KKP menganggarkan Rp 4,5 miliar untuk mempersiapkan pengembangan mina padi, yang merupakan program simbiosis mutualisme dengan menggabungkan antara teknik penanaman padi dengan pembudidayaan ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menjelaskan, mina padi akan membuat lingkungan lebih terjaga. Pasalnya mina padi adalah bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang sedang ditanami padi sebagai lahan budidaya ikan air tawar.

“‎Dengan mina padi terintegrasi lingkungan terjaga kelestariannya tidak menggunakan pupuk‎ anorganik secara bahkan akan mengurangi penggunaan pupuk,” jelasnya dalam rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah lainnya di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (3/5).

 Rencananya di setiap provinsi akan ada lahan seluas 1 – 2 hektar untuk uji coba. Di wilayah pertanian Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Klaten, Temanggung sudah dilakukan uji coba dengan jenis ikan mas, lele, gurame, udang galah, patin dan termasuk ikan hias.

“Hampir semua ikan bisa dibudidayakan dengan padi. Nanti setiap empat bulan, ikannya sudah bisa dipanen, lalu airnya dikeringkan untuk memanen padinya,” jelas Slamet.

Pemerintah juga akan menyiapkan benih-benih ikan jenis tertentu, dan sarana pengairan serta lahan untuk ikan padi.

“Saya kira ini prospek yang sangat bagus sekali, tidak ada kekhawatiran jumlah padi akan menurun, karena akan ada suplai pupuknya dari kotoran ikan. Kalau di Thailand disebut petani organis. Ikan padi juga akan mengurangi hama untuk padi,” imbuh Slamet.

(MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments