Juni 2018, Daya Beli Sektor Kelautan dan Perikanan Tunjukkan Tren Peningkatan

121
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Melewati kuartal II – 2018, pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren yang baik. Hal ini terbukti dari meningkatnya manfaat usaha kelautan dan perikanan bagi para stakeholder.

Data BPS 2018 mencatat beberapa capaian yang baik, di antaranya Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada Juni 2018 naik sebesar 2,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yaitu dari 111,01 menjadi 113,52. Kenaikan juga terjadi jika dibandingkan dengan bulan Mei 2018 sebanyak 1,03 persen yaitu dari 112,36 persen.

“Artinya daya beli nelayan Juni 2018 membaik dibandingkan di periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Senin (2/7).

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Nelayan (NTUN). NTUN Juni 2018 tumbuh 3,25 persen dibanding Juni 2017 yaitu dari 123,32 menjadi 127,33. Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Mei 2018) terjadi kenaikan 1,27 % dari 125,73 . Dengan demikian artinya pada Juni tahun 2018 usaha nelayan semakin membaik dibandingkan bulan yang sama tahun 2017 atau Mei 2018.

Hal yang sama juga terjadi pada Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang tumbuh 2,05 persen pada Juni 2018 dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 99,26 menjadi 101,29. Sementara itu jika dibandingkan dengan Mei 2018 terjadi kenaikan 0,40 persen yang sebesar 100,89. Bahkan NTPi Juni 2018 ini merupakan nilai tertinggi sejak Desember 2014. Artinya daya beli pembudidaya ikan telah mengalami perbaikan.

Nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) Juni 2018 juga tumbuh 3,08 persen yaitu menjadi 114,02 dari sebelumnya Juni 2017 sebesar 110,61. Sedangkan jika dibandingkan dengan Mei 2018 terjadi kenaikan 0,62 persen dari 113,32.

Dengan berbagai kenaikan tersebut, Nilai Tukar Perikanan (NTP) Juni 2018 juga tumbuh 2,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yaitu dari 104,14 menjadi 106,38 . Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, juga terjadi kenaikan 0,68 persen dari 105,66. Kenaikan NTP ini menunjukkan adanya perbaikan daya beli masyarakat perikanan.

Terakhir, kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Perikanan (NTUP), di mana pada Juni 2017 sebesar 115,90 tumbuh 3,17 persen menjadi 119,57 Juni 2018. Sedangkan pada Mei 2018, NTUP masih di angka 118,50.

BPS menyebutkan, naiknya Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) ini terjadi karena kenaikan harga yang diterima nelayan dan pembudidaya ikan (lt) jauh lebih besar dibandingkan dengan harga yang harus mereka bayarkan (lb). Pada Juni 2018, NTNP naik sebesar 0,68 persen. Hal ini terjadi karena It naik sebesar 1,03 persen, lebih besar dari kenaikan Ib sebesar 0,34 persen.

Kenaikan lt ini dapat terjadi karena naiknya harga berbagai komoditas pada kegiatan perikanan, di antaranya di sektor tangkap khususnya komoditas udang dan ikan kembung yang rata-rata naik sebesar 1,37 persen, dan di sektor budidaya khususnya komoditas ikan lele dan ikan bandeng yang rata-rata naik 0,75 persen.

Menurut Nilanto, nelayan dan pembudidaya dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar karena hasil tangkapan dan budidaya ikan lebih banyak dan harga ikan stabil. Sehingga ia berpendapat, usaha perikanan baik sektor tangkap maupun budidaya dapat dijadikan salah satu lahan usaha yang menguntungkan.

Ia berharap, pertumbuhan ini akan terus berlanjut sehingga kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan ke depannya dapat terus ditingkatkan. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments