Jaga Kelestarian Danau Toba, KKP Sosialisasikan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

30
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Balige – Tidak dapat dipungkiri, kerusakan sumber daya ikan di perairan umum daratan berbanding lurus dengan meningkatnya kegiatan pemanfaatan sumber daya perikanan yang tidak terkendali dan tidak bertanggung jawab. Penangkapan ikan berlebih (overfishing), penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, serta masuknya spesies invasif asing sebagai predator menjadi penyebab semakin menurunnya stok sumber daya ikan.

Berawal dari alasan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) melakukan sosialisasi pengelolaan perikanan berkelanjutan di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Minggu (15/9). Hal ini dilakukan sebagai upaya penyadaran masyarakat nelayan agar berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar menjelaskan, dengan panjang pantai 300 km yang dapat menampung air 1,2 triliun m3, Danau Toba telah dimanfaatkan untuk beragam kepentingan. Sebut saja sumber air baku, objek wisata, pembangkit listrik tenaga air, transportasi, dan kegiatan perikanan.

“Namun kita ketahui bersama bahwa terjadi penurunan kualitas air di Danau Toba, hilangnya ikan endemik, serta kematian massal ikan yang dibudidayakan. Ini menjadi pertanda ada yang salah di Danau Toba. Sebagai Danau terbesar di Asia Tenggara, kita terus upayakan untuk menjaga sebaik-baiknya karunia dari Tuhan ini,” jelas Zulficar usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan meresmikan Papan Sosialisasi Pengelolaan Perikanan di Danau Toba, Minggu (15/9).

Zulficar berpesan kepada nelayan di kawasan Danau Toba agar dapat melakukan aktivitas perikanan yang ramah lingkungan baik di bidang penangkapan maupun budidaya. Pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat sekitar dan pemerintah daerah setempat untuk tidak membuang sampah dan limbah berbahaya di Danau Toba.

“Eutrofikasi atau pencemaran limbah sering kali kita temui, entah itu dari rumah tangga atau industri yang membuangnya ke Danau Toba. Pendangkalan di muara sungai bahkan gulma air menjadi perhatian kita semua. Kita terus dorong pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan pemanfaatan sumber daya di Danau Toba ini dengan asas pendekatan ekosistem dan pengelolaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Danau Toba memiliki sumber daya yang dapat diperbarui. Namun, tetap tidak tak terbatas apabila tidak dikelola dengan bijaksana. Bahkan populasi jenis ikan asli Danau Toba seperti ikan batak, ikan jurung, dan ikan pora-pora kian menurun.

“Pada kunjungan kerja KKP kemarin, Ibu Menteri telah melakukan penebaran benih ikan sehingga dapat merevitalisasi sumber daya ikan di Danau Toba. Para nelayan dapat menggunakan pancing atau jaring yang sesuai untuk menangkap ikan. Jangan gunakan racun atau listrik,” imbaunya. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments