Jadi Pemasok Produk Perikanan Domestik dan Ekspor, SKIPM Aceh Minta Pelaku Usaha Tertib Aturan

57
Ilustrasi. Dok. Antara Foto

Banda Aceh – Selama ini Aceh memang dikenal sebagai pemasok produk perikanan untuk wilayah Sumatera hingga Pulau Jawa. Kehadiran Kantor Wilayah Kerja (Wilker) Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) di Langsa semakin memperkuat posisi Aceh sebagai penyuplai perikanan domestik.

Kepala Stasiun KIPM Aceh, Diky Agung Setiawan mengungkapkan, sejak dibukanya Kantor Wilker KIPM Langsa pada Mei 2018 hingga Januari 2019 tercatat, setidaknya sudah 320 ton ikan sarden dikirim dari Aceh Timur ke wilayah Jakarta dan Pati, Jawa Tengah.

“Data ini diperoleh dari sertifikasi domestik keluar yang dilakukan Petugas Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Wilayah Kerja Langsa. Penerima produk perikanan tersebut di Jakarta yakni PT Dua Perkasa sebanyak 240 ton, sementara di Pati yakni CV Karya Jaya sebanyak 80 ton,” terang Diky, Rabu (6/2).

Diky meyakini, masih banyak produk perikanan Aceh yang dikirim ke luar Aceh melalui jalur darat namun belum dilaporkan dengan tertib. Beberapa produk perikanan tersebut di antaranya udang dan kepiting.

Oleh karena itu, menurutnya Stasiun KIPM Aceh akan menggelar operasi bersama pengawasan lalulintas komoditi perikanan di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.

Dalam operasi tersebut, Stasiun KIPM Aceh akan bersinergi dengan berbagai instansi terkait. Beberapa waktu lalu, Diky telah bertemu  di antaranya Bupati Aceh Tamiang, Musril dan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian untuk berkoordinasi dan memperoleh dukungan.

Diky menambahkan, sejak 2018 lalu Stasiun KIPM Aceh telah melakukasn sosialisasi lalulintas produk perikanan yang keluar dari Aceh. Bahkan pada Januari 2019, Stasiun KIPM Aceh telah bertemu Dinas Kelautan dan Perikanan dan pelaku usaha perikanan di Banda Aceh dan Aceh Tamiang.

“Hal ini agar mengeliminir terjadinya permasalahan saat dilakukannya operasi bersama,” jelasnya.

Diky mengimbau seluruh pelaku usaha perikanan yang akan mengirim hasil perikanan ke luar Aceh agar melapor kepada petugas karantina ikan setempat, seperti di Lampulo, Blangbintang, Langsa, Simeulue, Sabang, dan Singkil. Di enam lokasi tersebut telah dapat dilakukan sertifikasi kesehatan ikan untuk pengiriman domestik maupun ekspor sesuai ketentuan yang berlaku. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments