Indonesia Kembali Terpilih jadi Tuan Rumah Asian Pasific Aquaculture 2021

51
Dok. Humas KKP

KKPNews, Jakarta – Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Asian Pasific Aquaculture 2016 (APA 2-22016) di Surabaya, World Aquaculture Society (WAS) kembali menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan event sejenis yakni APA 2021.

Ajang APA 2021 dijadwalkan dihelat di Grand City Convention Center Surabaya mulai tanggal 8 – 11 Juni 2021. Kepastian penyelenggaraan APA 2021 tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya, WAS, dan PT Tirta Anugerah Abadi dan disaksikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, hari ini, Rabu (18/12) di Jakarta.

Menteri Edhy dalam statement-nya mengatakan bahwa event APA 2021 ini harus dijadikan ajang untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa pengelolaan akuakultur di Indonesia dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan, sehingga produknya aman untuk dikonsumsi.

“Saya menyambut baik ajang ini karena punya nilai positif bagi Indonesia khususnya dalam rangka promosi produk, ajang tukar menukar informasi perkembangan akuakultur. Jika event ini besar, saya akan mencoba untuk memohon Bapak Presiden hadir pada acara ini,” ungkapnya.

Menteri Edhy juga berpesan agar Indonesia mampu memanfaatkan momen APA ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan akuakultur nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada WAS yang kembali menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah event akuakultur berskala internasional ini. Ia menegaskan bahwa ajang ini menjadi penting untuk menunjukkan kalau aktivitas akuakultur di Indonesia selalu konsisten menerapkan prinsip good aquaculture practice, ramah lingkungan, dan tidak menggunakan obat obatan dan bahan kimia yang dilarang.

“Nanti dalam event ini kita tunjukan pada konsumen dunia bahwa produk kita dijamin aman. Ini juga bisa dibuktikan bahwa hingga saat ini produk Indonesia tidak ada penolakan di pasar ekspor,” jelas Slamet di depan awak media yang hadir.

Slamet juga mengungkapkan alasan Surabaya kembali dipilih sebagai tuan rumah. Menurutnya, Surabaya menjadi salah satu daerah sentra budidaya, selain akses yang sangat mudah, baik dalam negeri maupun akses internasional. Di samping itu, tempat acara yang mampu menampung peserta dalam jumlah yang besar.

“Karena ini membawa nama baik Indonesia di mata dunia, maka pada kesempatan ini, saya meminta teman-teman media untuk mulai membantu promosi event ini agar informasinya diterima masyarakat dalam negeri maupun luar negeri,” pinta Slamet.

Sementara itu, pelaksana APA dari World Aquaculture Society, Mario Stal menilai perkembangan akuakultur di Indonesia sangat cepat. Di sisi lain, Indonesia memiliki level tertinggi dalam bidang akuakultur di dunia, khususnya untuk komoditas seperti udang dan lobster. Ia meyakinkan bahwa kegiatan ini akan mempercepat perkembangan akuakultur di Indonesia. WAS menargetkan peserta yang hadir akan lebih banyak dari seluruh kalangan mulai dari pembudidaya, prosesor, pakar, praktisi, dan investor.

“Saat ini akuakultur di dunia khususnya di UE dan Amerika mendapat respon negatif. Ini karena dipandang pengelolaan akuakultur tidak ramah lingkungan. Saya kira, event APA ini akan menjawab semuanya dengan menunjukkan kepada konsumen dunia bahwa produk akuakultur itu aman dan pengelolaannya dilakukan dengan ramah lingkungan,” terang Mario.

Sedangkan Iwan Sutanto dari PT Tirta Anugerah Abadi yang ditunjuk menjadi salah satu penyelenggara APA 2021, memastikan bahwa event ini akan memberikan benefit besar bagi Indonesia yakni kesempatan untuk menampilkan inovasi teknologi, promosi produk, ekspansi pasar, dan menarik investor masuk.

“Perlu diketahui, tahun 2016 lalu event APA di Indonesia menjadi event terbesar dan termeriah sepanjang WAS menyelenggarakan event sejenis di negara-negara lain. Beberapa tahun lalu, event yang diselenggarakan di Malaysia itu jumlahnya paling seperempatnya Indonesia. Itu salah satu yang melatarbelakangi kenapa Indonesia kembali ditunjuk. Saya juga sampaikan bahwa khusus peserta dari Indonesia, biaya mengikuti kegiatan ini cukup terjangkau yakni pada kisaran USD160-195 per orang. Ini jauh lebih murah dibanding mengikuti event sejenis di luar negeri. Sementara peserta luar negeri dikenakan biaya hingga USD495.  Jadi, saya kira ini kesempatan yang baik untuk memanfaatkan momen ini,” jelas Iwan.

Sebagaimana diketahui, APA merupakan ajang pertemuan akuakultur terbesar se-Asia Pasifik yang diselenggarakan secara bergantian di negara Asia Pasifik melalui World Aquaculture Society. Ada dua perhelatan utama dalan penyelenggaraan APA 2021 ini yakni konferensi yang melibatkan program teknis yang berkaitan dengan inovasi teknologi akuakultur yang berkembang di dunia saat ini dan penyelenggaraan pameran yang menampilkan berbagai produk, hasil inovasi, serta layanan dalam industri akuakultur dari berbagai negara. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments