Ikan Membusuk di Laut Diduga Milik Kapal Ilegal

405
ilustrasi - google.com

HABADAILY.COM – Sejumlah nelayan di pulau Simeulue menemukan ikan mati dan membusuk dalam laut. Ikan-ikan mati itu mengapung di permukaan laut, diperkirakan ikan itu belum sempat diambil oleh kapal illegal.

“Saya langsung menemukan ikan yang mengapung dan membusuk, tidak jauh dari pulau Susi, itu pasti karena dibom, karena tidak mungkin dijaring, sebab ikannya mati,” kata Panglima Laut Kecamatan Teupah Barat, Amin Aboni, Kamis (15/10) pada habadaily.com.

Kata Aboni, setelah menemukan ikan membusuk itu langsung melaporkan pada Dinas Kelautan Perikanan (DKP, Panglima Laut Kabupaten Simeulue dan aparat keamanan. Termasuk mengirim sms pada Bupati Simeulue.

Hal ini juga dibenarkan oleh Panglima Laot Kabupaten Simeulue, Riswan Panter, dia mengaku telah mendapatkan laporan mengenai temuan ikan membusuk dan mengapung di permukaan laut dekat pantai pulau Sevelak.

“Iya benar, saya ada dapat sms panglima laut Kecamatan Teupah Barat, termasuk sms dari pak Bupati, terkait ikan yang mengapung dan membusuk yang ditemukan nelayan di sana, tapi apa daya saya, seharusnya dinas terkait, dan aparat segera bertindak,” katanya.

Dia meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait agar bertindak tegas. Bila itu, dia mengkhawatirkan nelayan dan masyarakat setempat akan melakukan tindakan tersendiri dengan cara membakar atau menenggelamkan sendiri.

“Jangan salahkan masyarakat dan nelayan, apabila telah habis kesabarannya, melakukan hukum tersendiri, dengan cara membakar dan menenggelamkan kapal ikan yang ilegal,” tegas Riswan Panter.

Panglima Laot Kabupaten Simeulue menduga kapal ikan illegal yang beroperasi tersebut, merupakan kapal yang ditangkap warga dan nelayan Kecamatan Simeulue Barat, dan telah dilepas setelah mendapat sanksi adat.

Dia merincikan, hasil laporan dari nelayan Simeulue, kapal ilegal itu, satu unit kapal induk, dengan bobot 40 ton, kemudian dua unit kapal dengan bobot 7 ton bertugas pengangkut ABK dan pengumpul hasil serta dua unit kapal dengan bobot 1 ton, pengumpul ikan dilaut.

Keempat kapal itu, telah beroperasi di perairan Kabupaten Simeulue sejak Juni 2015 dan telah memiliki jaringan yang sangat rapi dan terorganisir dari berbagai elemen. Sehingga sulit ditangkap dan dideteksi serta kebal hukum.

Sementara Bupati Simeulue, Riswan NS  saat ditemui habadaily.com terkesan mengelak dikatakan hukum laut telah tumpul. Dia menyebutkan ini sepenuhnya penegakan dan tindakan itu merupakan wewenang dinas terkait dan lembaga keamanan.

“Itu terserah mereka bilang, hukum telah tumpul, tapi ini domainnya dinas teknis dan lemabaga keamanan, dan memang saya mendapat informasi melalui sms, soal ikan yang ditemukan nelayan Teupah Barat,” kilah Riswan NS.

Informasi yang diterima habadaily.com dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue. Berat dugaan kapal ikan ilegal sedang beroperasi di kawasan perairan Kecamatan Teupah Selatan. Namun saat hendak ditangkap, kapal tersebut berhasil kabur.

“Barusan kami sampai dari Kecamatan Teupah Selatan, mau menangkap kapal ikan yang diduga ilegal, tapi sampai kami disana sudah kabur, duluan bocor informasinya, sampai di sana sudah kosong,” kata Tamsil, petugas DKP Kabupaten Simeulue.

Padahal sebut Tamsil, di sana ada Polsek dan Pos Angkatan Laut, namun kapal ikan yang diduga ilegal itu, telah kabur dan tidak diketahui keberadaanya.[acl]

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments