Ikan Hias Jadi Andalan Ekspor Perikanan Sumsel

128
Ilustrasi: udang belalang

 

KKPNews, Palembang – Komoditas ikan hias menjadi andalan baru ekspor sektor perikanan Palembang. Berdasarkan data Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palembang, ekspor ikan hias asal Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengalami peningkatan.

Hal ini diketahui dari frekuensi lalu lintas dan sertifikasi produk perikanan Sumsel yang terus bertambah. Sertifikasi dan lalu lintas tersebut terpantau dilakukan melalui bandara dan pelabuhan, seperti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandara Silampari Lubuk Linggau, Pelabuhan Boom Baru, dan Pelabuhan Tanjung Api-Api.

“Tahun 2018 mengalami peningkatan frekuensi, baik lalu lintas domestik maupun ekspor. Untuk domestik mengalami peningkatan 25 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2017 sertifikasi dilakukan pada 10.767 jenis, sedangkan pada 2018 dilakukan 13.486 sertifikasi,” tutur Kepala SKIPM Palembang Sugeng Prayogo, Kamis (18/1).

Selain itu menurutnya, frekuensi lalu lintas ekspor produk perikanan Sumsel juga mengalami peningkatan sebesar 7 persen di tahun 2018 yaitu sebanyak 354 sertifikasi dari sebelumnya 330 sertifikasi di 2017. Jumlah ikan yang diekspor meningkat menjadi 679.237 ekor di 2018 dari sebelumnya 575.170 ekor di tahun 2017.

“(Dari total produk perikanan tersebut) 87 persen didominasi ikan hias dari perairan Sumsel. Tahun 2018, komoditi ikan hias meningkat 21 persen atau 238 sertifikasi ekspor,” lanjutnya.

Adapun komoditas ikan hias yang menjadi andalan ekspor utama adalah ikan botia dengan jumlah 596.939 ekor. Ditambah dengan ikan dalum, ikan elang, tiger fish, ikan serandang, ikan betutu, dan lain-lain. Adapun negara tujuan utamanya yaitu Singapura dan Malaysia.

Sugeng menambahkan, peningkatan tidak hanya terjadi pada ekspor ikan hias, namun juga pengiriman domestik udang belalang dan ikan cupang. Udang belalang pada 2017 lalu dikirim secara domestik sebanyak 3.196.120 ekor dengan 3.224 sertifikasi. Tahun 2018 terjadi peningkatan menjadi 3.602.152 ekor dengan 4.054 sertifikasi. Sementara itu, pengiriman domestik ikan cupang tahun 2018 tercatat 36.992 ekor dengan sertifikasi 2.754, meningkat dibandingkat 2017 yang sejumlah 24. 873 ekor dengan 1.749 sertifikasi.

“Peningkatan lalu lintas ikan cupang menandakan terjadi peningkatan kualitas hasil budidaya ikan dari pembudidaya ikan dan permintaan masyarakat di luar Sumatera Selatan, domestik, dan luar negeri naik,” pungkasnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments