Ikan Arwana jadi Primadona Ekspor Perikanan Kalimantan Barat

50
Ilustrasi

KKPNews, Pontianak – Tahun 2019 ini, ekspor produk perikanan Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan tren peningkatan. Berbagai komoditi ikan hidup seperti arwana, tiger fish, arwana super red, live tropical fish, arwana banjar red, dan arwana golden, serta komoditas ikan segar, basah, dan beku seperti bawal hitam, udang dogol, udang wangkang, dan tenggiri banyak diminati pasar internasional. Di antara berbagai komoditi tersebut, ikan arwana menjadi komoditas yang paling banyak dicari dengan nilai ekonomi yang menjanjikan.

Produk-produk perikanan asal Kalbar ini banyak diekspor ke negara Tiongkok, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Singapura, Vietnam, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, hingga Filipina. Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pontianak, Miharjo mengatakan, untuk komoditas arwana paling banyak diekspor ke negara Tiongkok, terlebih pada momentum perayaan Imlek.

“Untuk ekspor arwana sedikit menonjol pada bulan Januari dan Februari. Hal ini mungkin dikarenakan adanya momen Imlek yang merupakan hari besar bagi orang Cina,” tutur Miharjo, Selasa (11/6).

Tak hanya di 2019 ini, menurut Miharjo ekspor produk perikanan Kalbar telah menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai ekspor setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, untuk komoditi perikanan hidup, nilai ekspor pada 2016 tercatat sebesar, Rp138,7 miliar, meningkat menjadi Rp185,7 miliar di 2017, dan terakhir menjadi Rp248,2 miliar di tahun 2018. Sementara itu, nilai ekspor komoditi perikanan segar, basah, dan beku juga sebesar Rp119,23 miliar di 2016, sempat turun drastis menjadi hanya Rp7,5 miliar di 2017. Namun kembali meningkat menjadi Rp277,7 miliar di 2018. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments