Hingga Mei 2019, Ekspor Produk Perikanan Kalbar Capai Ratusan Miliar Rupiah

35
Ilustrasi. Dok. Humas KKP

KKPNews, Pontianak – Ekspor produk perikanan dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari data Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pontianak. Di tahun ini hingga Mei 2019, nilai ekonomi yang dihasilkan dari transaksi perdagangan internasional tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

“Hingga Mei 2019, untuk ekspor komoditas hidup nilai ekonominya sudah mencapai Rp144,8 miliar. Sementara produk perikanan segar, beku, dan basah mencapai Rp23,8 miliar,” ungkap Kepala SKIPM Pontianak, Miharjo, Selasa (11/6).

Miharjo mengungkapkan, hingga Mei 2019, sudah ada 254.700 ekor komoditas ikan hidup dan 262,5 ton produk perikanan segar, basah, dan beku yang diekspor ke sejumlah negara. Produk perikanan tersebut dilalulintaskan melalui Pelabuhan Pontianak dan Bandar Udara Supadio Pontianak yang berasal dari wilayah seperti Ketapang, Kayong, Kubu Raya, Landak, Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya.

Sementara itu, komoditas perikanan hidup yang menjadi primadona adalah arwana, tiger fish, arwana super red, live tropical fish, dan arwana banjar red, serta arwana golden. Adapun komoditas ikan segar, basah, dan beku didominasi oleh bawal hitam, udang dogol, udang wangkang, dan tenggiri.

Pada April 2019 lalu misalnya, diekspor 7.000 ekor arwana, 3.000 ekor tiger fish, dan 26.000 kg udang dogol, serta 41.000 kg bawal hitam. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments