Hendak Dibawa ke Vietnam, Upaya Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp5 Miliar Berhasil Digagalkan

28
Dok. Tribun Jabar

Garut – Tim gabungan yang terdiri dari Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bandung, Pangkalan Utama TNI AL (LANAL) Bandung, dan Pos TNI AL Pangandaran berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 39.000 lebih benih lobster senilai Rp5.881.650.000 di pesisir Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Minggu (5/5).

Lobster yang diselundupkan berupa jenis pasir dan jenis mutiara yang dikemas ke dalam 112 kantong plastik.

Dari upaya penggagalan tersebut, telah diamankan seorang pria berinisial SF (44) yang ditangkap oleh tim gabungan. SF ditangkap petugas gabungan karena kedapatan menyelundupkan benih lobster sebanyak 39.211 ekor dengan berat 0,1 gram dan panjang 2,3 sentimeter.

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan benih lobster tersebut akan dibawa ke Vietnam kemudian diekspor ke Singapura. Tapi pelaku ini akan membawa benih lobster ke wilayah Sukabumi untuk dijual kepada pengepul,” ungkap Komandan Lanal (Danlanal) Bandung, Kolonel Laut (P) Sunar Solehuddin dalam konferensi pers di Kantor SKIPM Bandung, Senin (6/5).

“Karena Vietnam menjanjikan iming-iming kepada nelayan kita sehingga mereka beralih menangkap benih lobster,” tambahnya.

Penggagalan penyelundupan, lanjutnya, dilakukan setelah tim gabungan menerima informasi dari masyarakat. Petugas gabungan kemudian melakukan pengamatan selama tiga hari. Setelah informasinya dipastikan valid pihaknya langsung melakukan tindakan.

“Informasi bahwa ada pengiriman dari nelayan ke pengepul, akhirnya kami hadang mobil tersangka di tengah perjalanan. Dia ini semacam kurir, lalu benih lobsternya akan dijual kepada pengepul,” ujar Sunar.

Sebagai tindak lanjut penanganan kasus tersebut, pelaku telah dilakukan penyidikan oleh PPNS SKIPM Bandung dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan di kantor SKIPM Bandung.

Tersangka akan dijerat UU nomor 31 tahun 2004 dan pasal 88 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Kepala SKIPM Bandung Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, benih lobster tersebut nantinya akan dilepasliarkan di perairan Muara Gatah agar dapat berkembangbiak.

“Terhadap barang bukti berupa benih lobster rencananya kami akan lepasliarkan pada Selasa 7 Mei 2019 sekitar pukul 06.00 pagi di Perairan Muara Gatah, Kabupaten Pangandaran. Tapi kami masih akan mencari lokasi yang tepat untuk benih lobster supaya dapat berkembangbiak,” tandasnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments