Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Pesan Menteri KKP Ad Interim

66
Menteri KKP Ad Interim Syahrul Yasin Limpo

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Syahrul Yasin Limpo berpesan agar jajarannya terus bekerja sesuai ketentuan dan terus berbenah memperbaiki manajerial. Hal tersebut disampaikan Syahrul saat mengikuti peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, hari ini.

“Salah satunya mengembalikan frame akademik inteletektual dan mindset untuk tidak melakukan sesuatu yang menyimpang aturan. Ttu frame yang pertama. Kedua memperbaiki manajemen agenda. Selalu transparan, partisipatif dan akuntabel. Itu hal itu yang ditekankan,” kata Menteri Syahrul usai mengikuti peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (16/12).

Dia menekankan agar peringatan ini dijadikan momentum bagi jajarannya di KKP untuk terus melakukan konsolidasi emosional bahwa KKP sangat dibutuhkan negara. KKP, sambungnya memiliki tugas yang begitu besar mengelola sektor kelautan dan perikanan dari Sabang sampai Merauke.

“Begitu luas laut yang harus kita jaga dari berbagai aspek-aspek yang bermanfaat dan berguna bagi kepentingan masa depan bangsa dan negara,” tegasnya.

Konsolidasi juga diperlukan agar seluruh program-program yang sedang dan telah dilaksanakan sesuai dengan aturan perundang-undangan. Tidak ada celah sedikit pun untuk terjadinya penyelewengan. Sekaligus mempersiapkan beragam program di tahun depan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Menteri Syahrul bersama Irjen KKP Muhammad Yusuf
Menteri Syahrul bersama Irjen KKP Muhammad Yusuf

Lebih dari itu, Syahrul juga terus memompa semangat jajarannya untuk
bekerja memberikan pelayanan. Tidak justru mengambil manfaat untuk kepentingan segelintir orang.

“Bahwa masalah Korupsi adalah masalah yang mendistorsi negara dan akan berdampak langsung kepada pemimpin pemimpin dan mereka, yang tentu saja keluar dari aturan-aturan yang ada,” ujarnya.

“Oleh karena itu peringatan Hari antikorupsi ini adalah untuk menyemangati agar KKP terus bekerja sesuai aturan, sesuai dengan SOP yang ada dan tidak boleh keluar dari law enforcement“.

Langkah konkret yang dilakukan Syahrul adalah bersama Inspektorat Jenderal dan para Direktur Jenderal di lingkup KKP untuk terus memperketat pengawasan.

“Irjen akan berperan lebih lebih baik, tentu assessment dari penegak hukum dan lain-lain harus kita sama-sama fasilitasi dan kita orientasikan. kalau ini berjalan insya Allah semua akan baik,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments