Harga Ikan Patin di Danau Toba Capai Rp 64 Ribu per Ekor

710

KKPNews, Medan – Masyarakat pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di pesisir Danau Toba membudidayakan ikan emas dan nila. Selain itu, mereka juga membudidayakan ikan patin yang hasilnya sangat menggiurkan.

Kaspar Purba, salah seorang pembudidaya KJA di Haranggaol telah membuktikannya. Dia mengatakan, produksi ikan patin ini mampu menghasilkan bobot hingga 4 kg per ekor. Selain itu, proses pengurusannya tidak membutuhkan banyak biaya. Setidaknya, jika dibandingkan dengan biaya budidaya ikan mas dan ikan nila.

“Ikan patin ini tergolong sangat rakus terhadap pakan. Ini membuat proses pasca panen semakin cepat. Ditambah lagi dengan rasa dagingnya yang sangat gurih dan manis. Membuat jenis ikan yang mirip lele ini sangat laris di pasaran,” ujar Kaspar saat memberi pakan pelet di lokasi KJA Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Minggu (7/2).

Selain mampu menghasilkan bobot 4 kg per ekor, harga pemasarannya juga tergolong lumayan. Saat ini harga pasaran mencapai Rp 16.000 per kg. Sehingga dengan menghasilkan bobot 4 kg per ekor, pembudidaya ikan patin mampu meraup Rp 64 ribu per ekornya.

“Dibandingkan dengan ikan mas dan ikan nila, keuntungan membudidayakan ikan patin masih lebih besar,” terang Kaspar.

Sebelumnya, Kaspar telah bertani ikan nila dan mas. Namun dia memutuskan beralih ke ikan patin sejak 2015 lalu. Kini ia telah memiliki 15 petak keramba di perairan Danau Toba. Untuk satu petak, bibit yang dimasukkan mencapai 10 ribu ekor.

“Saat ini masih saya sendiri yang membudidayakan ikan ini. Mudah-mudahan yang lain bisa ikut,” tutupnya. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (63.6%)
  • Terinspirasi (18.2%)
  • Takut (9.1%)
  • Tidak Peduli (9.1%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments