Gunakan Trawl, Nelayan di Bengkulu Bakal Ditindak

307
ilustrasi -- google.com

Suara Pembaruan, Bengkulu – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkulu, akan menindak tegas nelayan yang masih menggunakan jaring pukat harimau atau trawl. Alat tangkap ini memang tak lagi digunakan di perairan laut Bengkulu.

“Batas waktu nelayan diizinkan menggunakan jaring trawl sudah habis. Jadi, tidak dibenarkan lagi menggunakan alat tangkap tersebut,” kata Kepala DKP Bengkulu, Rinaldi, di Bengkulu, Rabu (7/10).

Berdasarkan laporan yang diterima masih banyak nelayan menggunakan alat tangkap trawl. Padahal, sudah diingatkan DKP Bengkulu, nelayan tidak boleh lagi menggunakan alat tangkap tersebut.

“Sepanjang ada alat bukti mereka menggunakan alat tangkap trawl akan kita proses secara hukum. DKP Bengkulu sudah cukup memberirikan toleransi kepada nelayan menggunakan alat tangka tersebut,” ujar Rinaldi.

Mencari ikan menggunakan alat tangkap trawl akan merusak terumbu karang yang merupakan “rumah” para ikan dan tempat berkembang biak. Jika terus digunakan akan menurunkan populasi ikan di perairan Bengkulu.

Suparlan (37), salah seorang nelayan tradisional mengatakan, hingga saat ini masih banyak nelayan yang menggunakan trawl. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan kecil berkurang.

“Kami berharap DKP Bengkulu tegas tidak pilih kasih kepada nelayan trawl. Jika menangkap tangan nelayan trawl agar diproses secara hukum, sehingga nelayan lain tidak berani lagi menggunakan alat tersebut,” ujarnya.

Usmin/MUT

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments