Gelontorkan Bantuan di Trenggalek, Menteri Susi Minta Nelayan Patuhi Aturan

50
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan bantuan berupa asuransi nelayan, kredit usaha, modal kerja, bantuan pendidikan dll kepada nelayan di TPI PPN Prigi, Trenggalek, Jawa Timur (5/2). Dok. Humas KKP / Handika Rizki Rahardwipa

KKPNews, Trenggalek – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen untuk mendukung dan menyejahterakan stakeholders kelautan dan perikanan, salah satunya dengan memberikan bantuan pemerintah. Secara simbolis Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerahkan sejumlah bantuan untuk nelayan dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (5/2).

Didampingi Dirjen Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar dan Bupati Trenggalek Emil Dardak, Menteri Susi menyerahkan bantuan permodalan kepada 12 nelayan dan pelaku usaha dari Bank BRI, BNI, Bank Mandiri, Bak Jatim dan Badan Layanan Umum, Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU-LPMUKP). Secara Nasional, penyaluran kredit perbankan hingga triwulan III tahun 2018 berjumlah 82.273 debitur dengan nominal outstanding sebesar Rp5,3 triliun. Di sisi lain, BLU-LPMUKP telah menyalurkan kredit sebesar Rp103,3 miliar kepada 6.835 penerima. Khusus di provinsi Jawa Timur telah diberikan kepada 392 penerima kredit BLU-LPMUKP sebesar Rp7,2 miliar.

Sampai triwulan III tahun 2018, realisasi penyaluran kredit sektor penangkapan ikan di provinsi Jawa Timur sebesar Rp593,9 miiar dengan jumlah sebanyak 5.937 debitur. Khusus di Kabupaten Trenggalek, pada kurun waktu tersebut sebanyak 65 debitur dengan realisasi kredit sebesar Rp2,5 miliar. Dari jumlah tersebut, 2 (dua) bank merupakan kreditur utama yaitu Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp2,1 miliar dan Bank BPD Jawa Timur sebesar Rp389,4 juta.

Di PPN Prigi juga telah terbangun TPI higienis dengan anggaran sebesar Rp2,7 miliar. Pembangunan TPI ini dimulai sejak tahun 2002. Pada tahun anggaran 2017 dilakukan rehabilitasi dengan biaya sebesar Rp1,5 miliar dan dilanjutkan dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp193 juta guna keperluan pengecatan dengan menggunakan epoxy untuk mendukung penggunaan TPI higienis yang lebih baik.

Selain itu juga dibangun kios ikan nelayan pada tahun anggaran 2018 di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pondok Dadap. Pembangunan ini termasuk sarana pendukung (jalan kawasan, tempat ibadah, toilet, kantor TPI higienis, genset, tempat sampah, dan fasilitas lainnya) menelan biaya sebesar Rp15,4 miliar.

Pemerintah juga merealisasikan SeHAT (Sertifikat Hak Atas Tanah) Nelayan untuk wilayah Trenggalek sebanyak 200 bidang pada tahun 2018. Capaian penerbitan SeHAT Nelayan tahun 2018 secara nasional sebanyak 16.960 bidang tanah nelayan dengan 2.206 bidang pada Provinsi Jawa Timur. Target penerbitan sertifikat tahun 2019 secara nasional sebanyak 15.000 bidang, Jawa Timur 1.600 bidang, dan Kab. Trenggalek 100 bidang tanah.

Menteri Susi juga menyerahkan kartu asuransi nelayan tahun 2018 secara simbolis kepada 5 orang dan kartu KUSUKA (pelaku usaha kelautan dan perikanan) kepada 10 orang. Di Trenggalek, 17.780 orang nelayan telah terlindungi dari target sebanyak 59.500 orang nelayan sehingga nilai pertanggungan berhasil mencapai nilai sebesar Rp3,11 miliar.

KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap juga melaksanakan kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan jiwa wirausaha wanita nelayan (istri/putri nelayan). Caranya dengan mengembangkan usaha ekonomi produktif sebagai mata pencaharian alternatif (MPA). Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui MPA. Perlengkapan kegiatan yang dibagikan diharapkan dapat bermanfaat untuk menunjang kegiatan wanita nelayan dalam mengembangkan usahanya.

Selain bantuan dari Ditjen Perikanan Tangkap, KKP juga menyerahkan bantuan pendidikan (bebas uang pangkal) dari Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) kepada 3 orang mahasiswa yang hadir yaitu Triana Novitasari, Taruni Prodi Teknik Budidaya Perikanan, Poltek Sidoarjo, Rafi Azhim Pratama, Taruna Prodi Teknik Pengolahan Perikanan, Poltek Sidoarjo dan Nila Azizatul Ula, Taruni Prodi Agribisnis Perikanan, Poltek Sidoarjo.

Pada tahun 2018 jumlah penerima program bantuan pendidikan bagi anak pelaku utama perikanan berjumlah 3.636 orang yang tersebar pada berbagai satuan pendidikan dibawah BRSDM KKP. Saat ini jumlah taruna anak pelaku utama yang bersekolah dan berasal dari Kabupaten Trenggalek sebanyak 47 orang sedangkan keseluruhan Provinsi Jawa Timur berjumlah 232 orang naik dibanding tahun tahun lalu sebanyak 194 orang.

Selain itu, secara simbolis juga diserahkan bantuan dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut berupa perahu jukung dan alat selam kepada Kelompok Pokwasmas Tunas Muda Desa Bendroto Kec. Munjungan dan Kelompok Pokwasmas Udang Jaya Desa Karanggandu Kec. Watulimo, serta perahu jukung dan pondok informasi bahari kepada Kelompok Pokwasmas Rembeng Jaya Desa Tasikmadu Kec. Watulimo.

Di bidang budidaya, KKP juga telah menyerahkan bantuan berupa pengembangan budidaya ikan sistem bioflok di tiga pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Trenggalek, yaitu Ponpes Darussalam, Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan; Ponpes Al Anwar, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan; dan Ponpes Bumi Hidayah At-Taqwa, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya juga memberikan bantuan benih ikan nila bagi kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Barokah di Desa Winong, Kecamatan Tugu, serta bantuan pakan mandiri bagi Pokdakan Sinar Mas di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan.

Mengingat besarnya perhatian pemerintah bagi masyarakat Trenggalek, Menteri Susi berharap agar tak ada lagi pelanggaran terhadap peraturan yang telah diterapkan. Ia mengimbau pelaku usaha perikanan untuk melaporkan hasil tangkapan ikan sebagaimana mestinya; tidak melakukan penangkapan terhadap baby tuna dan benih lobster (benur); tidak membuang sampah ke laut; dan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang maupun jenis pelanggaran lainnya.

“Saya berharap Trenggalek bisa melakukan perbaikan-perbaikan sehingga pemerintah dengan leluasa membantu. Ibu-ibu silakan bikin koperasi yang bikin kerupuk, yang bikin pindang, yang bikin apa. Bapak-bapak juga bikin koperasi minta bantuan alat tangkap monggo, pakai BLU silakan. Namun saya berharap, Bapak Ibu semua bisa mengapresiasi kerja pemerintah dengan mematuhi aturan yang telah diterapkan,” tandasnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments