Gelombang Tinggi, Hasil Tangkapan Nelayan Pangkalpinang Turun

792
google.com

Berita Satu –


Hasil tangkapan nelayan tradisional di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung, menurun karena di laut gelombang tinggi dan angin kencang.

“Angin di perairan cukup kencang sehingga kami kesulitan untuk meningkatkan
tangkapan, bahkan kami jarang turun ke laut,” kata seorang nelayan, Bustam di
Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan, kondisi perairan saat ini cukup membahayakan keselamatan
jiwa nelayan jika memaksakan berlayar hingga ke tengah laut.

“Kami hanya nelayan tradisional perlengkapan keselamatan pun belum
memadai. Kalaupun ada yang memaksakan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari paling hanya di bagian tepi laut,” ujarnya.

Ia mengatakan, kurangnya hasil tangkapan ini tidak

sebanding dengan biaya melaut yang cukup tinggi mencapai Rp 3 juta selama
10 hari di laut.

“Jika kondisi perairan normal hasil tangkapan selama 10 hari mencapai 400
kilogram atau bisa lebih, namun sekarang hanya berkisar 70 hingga 100
kilogram dan kami sering mengalami kerugian saat menjual hasil tangkapan
itu,” ujarnya.

Demikian juga dengan Gudet, nelayan lainnya yang mengakui hasil
tangkapannya menurun karena kondisi perairan belum membaik, namun ia
tetap memaksakan berlayar Menurut dia, dengan kondisi perairan saat ini
membuatnya sulit meningkatkan hasil tangkapan dan ikan pun banyak yang
berpindah dari lokasi biasanya

“Gelombang mencapai hingga tiga meter akibat kencangnya angin, meskipun
begitu saya tetap melaut pada bagian tepi saja agar dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments