Gantikan Produk Perikanan Tiongkok, Indonesia Bidik Pasar Amerika Serikat

20
Ilustrasi. Dok. Istimewa

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta pengusaha Indonesia memanfaatkan momentum perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat untuk meningkatkan ekspor produk perikanan ke Amerika Serikat. Pasalnya, akibat perang dagang tersebut, Amerika Serikat menerapkan import tariff yang besar hingga 250 persen bagi produk Tiongkok, sehingga diberitakan sebanyak 14.000 metrik ton tuna loin asal Tiongkok hilang dari pasar Amerika Serikat.

Supply itu mestinya digantikan oleh ikan-ikan Indonesia, ikan-ikan milik perusahaan Indonesia,” tuturnya saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satgas 115 di Jakarta, Kamis (19/9).

Namun ia mengingatkan, untuk mewujudkan hal ini, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Jangan sampai kejadian 2001-2004 terulang kembali. Pada saat udang dari 7 negara itu dikenakan import tariff sampai 100%, 70% oleh Amerika, Indonesia cuma 12%, yang dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah memberikan dokumen untuk mengatasnamakan barang Cina itu, barang Thailand itu, barang Vietnam itu, product of Indonesia. Ada kesempatan malah bukan dipakai untuk meningkatkan produksi pertambakan udang kita, namun mengambil jalan pintas jualan dokumen saja. Akhirnya Amerika tahu pun marah. Mereka mengancam akan embargo udang Indonesia,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta BKIPM bekerja sama dengan Kepolisian Perairan (Polair) untuk memastikan pengamanan agar tidak terjadi re-ekspor produk perikanan negara lain atas nama Indonesia.

“Jangan sampai ada impor tuna loin dari Cina untuk dire-ekspor dari Indonesia. Ya sama saja bohong, bukan kita lagi. Kita hanya dapat stempel saja dan perusahaan Indonesia dapat komisi 10 persen per kilogram. Kita kan ingin produksi meningkat supaya bisa memperkerjakan banyak orang kita” pungkasnya.(Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments