FAO Dukung Pendataan Perikanan Skala Kecil

43
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Jakarta – Food and Agriculture Organization (FAO) terus memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk memperkuat pendataan perikanan skala kecil. Terlebih, karakteristik nelayan Indonesia mayoritas adalah nelayan kecil dengan sistem pencatatan hasil tangkapan yang belum sepenuhnya optimal.

FAO melalui program Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the lndonesian Seas (ISLME) memberikan dukungan peningkatan kapasitas nelayan dan pemerintah daerah serta perluasan program logbook penangkapan ikan di 6 kabupaten yaitu Indramayu, Cirebon, Lamongan, Probolingo, Pati dan Cilacap.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M. Zulficar Mochtar, mengatakan bahwa KKP saat ini terus meningkatkan jangkauan dan tingkat pemanfaaatan logbook untuk mendata hasil tangkapan nelayan.

“Setelah bertransformasi dari model logbook manual menjadi e-logbook, kami yakin kualitas pendataan hasil tangkapan ikan nelayan Indonesia akan makin baik,” ucap Zulficar.

Selain faktor efisiensi, penggunaan e-logbook lebih user friendly bagi nelayan dan nakhoda kapal. Saat ini, penggunaan e-logbook telah mencapai 6.000 kapal dan ditargetkan akan mencapai 10.000 kapal pada akhir tahun ini.

“Dukungan FAO ini akan menambah jangkauan pengguna logbook dan berimplikasi pada perbaikan tata kelola perikanan secara langsung karena pola pemanfaatan sumberdaya ikan akan terpetakan dengan lebih baik,” ujar Zulficar.

Sebagai informasi, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.48/Per-MenKP/2014 tentang Logbook Penangkapan Ikan menetapkan bahwa kapal dengan ukuran di atas 5 GT wajib melaporkan hasil tangkapan melalui logbook.

Dalam kesempatan yang sama, National Project Officer Program ISLME FAO, Dr. Muh Lukman, mengatakan bahwa FAO melihat peran dan posisi strategis Indonesia dalam perikanan dunia sehingga perlu mendapat dukungan dalam perbaikan data perikanan.

“Program ISLME merupakan komitmen FAO untuk mendukung pengelolaan perikanan Indonesia berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan,” kata Lukman.

Kegiatan Implementation of Capture Fisheries Logbook for Coastal and Small Scale Fisheries diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan kualitas data perikanan tangkap sehingga rencana pengelolaan perikanan bisa disusun berdasarkan data, informasi dan analisis yang akurat. “Data yang akurat akan menjadi pijakan dalam pengelolaan perikanan skala kecil di Indonesia yang sejauh ini telah mengalami banyak perbaikan,” kata Lukman.

Sementara itu, Laode Gunawan Gio, peneliti Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mengatakan bahwa program pendataan logbook dengan dukungan FAO ini diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan kapasitas nelayan dan pemerintah daerah serta tingkat kepatuhan penggunaan logbook bagi nelayan.

“Kami melihat implementasi logbook ini menjadi penting sebab berguna dalam pemetaan komoditas hasil tangkapan, status per wilayah pengelolaan perikanan, dan pola penangkapan secara berkala,” ujarnya.

“Hasil data logbook akan semakin berguna jika dianalisis dan menjadi rekomendasi implementasi kebijakan perizinan kapal, alokasi dan status sumber daya ikan di WPPN-RI,” tambah Gunawan. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments