Ekspor Ikan Asin Cirebon Capai Rp186 Miliar

99
Ilustrasi ikan asin jambrong. Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Cirebon – Potensi ekspor produk perikanan ternyata tidak hanya pada komoditas ikan segar dan olahan ikan. Di Cirebon misalnya, ikan asin telah menjadi komoditas ekspor yang penting.

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Cirebon, Obing Hobir As’ari mengungkapkan, ekspor hasil laut khususnya ikan asin menunjukkan tren perkembangan. Ekspor ikan asin dari Cirebon ini menurutnya sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Namun saat itu, kewenangan pengendalian mutu belum ada di SKIPM. Baru sejak 2016 kewenangan pengendalian mutu diberikan kepada SKIPM Cirebon.

“Untuk ekspor ikan asin rata-rata dikirim ke Benua Amerika, Australia, Eropa, dan Asia seperti ke Amerika Serikat, Australia, Kanada, Arab, Korea, dan yang terbaru adalah Taiwan,” jelas Obing, Jumat (26/7). Meskipun menurutnya, permintaan dari Taiwan saat ini masih dalam bentuk sampling.

Ada tiga jenis ikan asin yang diekspor yaitu jenis jambrong, bilis, dan kapasan. Ikan jambrong adalah yang paling banyak peminatnya. Obing menyebut, di 2018 lalu, ekspor ikan asin asal Cirebon mencapai 50 ton dengan nilai Rp186,142 miliar.

Sedangkan pada 2019 hingga akhir Juni, ekspor ikan asin telah mencapai 23,477 ton senilai Rp15,225 miliar. Volume ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah ini didapat dari 14 kali frekuensi pengiriman.

“Ekspor senilai Rp15,225 miliar ini kemungkinan besar ikannya bukan jambrong, kemungkinan bilis dan kapasan. Kalau jambrong sudah musim, kemungkinan nilai ekspor komoditas ikan asin ini akan meningkat karena justru ikan jambrong ini cukup mahal, sampai Rp500.000 per kg,” tutur Obing.

Ia menambahkan, eksportir ikan asin di wilayah Cirebon berada di Mundu di mana terdapat tiga pabrik yang berada di bawah satu perusahaan. Meskipun eksportir ikan asin baru ada 3, namun sudah ada 16 perusahaan eksportir hasil perikanan laut secara keseluruhan, yang bergerak di bidang pengolahan frozen, pengeringan, dan pengalengan. Ini tersebar di Indramayu, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Meskipun ikan asin menjadi salah satu primadona ekspor Cirebon, namun Obing mengakui bahan baku tidak semua dari Cirebon. Untuk jenis jambrong, bahan baku didatangkan dari daerah Sumatera dan Jawa Timur. Sementara bahan baku bilis dan kapasan didatangkan dari Indramayu, Cirebon, Subang, hingga Jawa Tengah. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments