Dukung Langkat Bebas Stunting 2020, KKP Adakan Kampanye Gemarikan

69
Dok. Humas PDSPKP

KKPNews, Langkat – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan sosialisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah serta ditemukan kasus stunting yang salah satunya adalah Kabupaten Langkat. Dan pada Kamis (17/10) Kementerian Kelautan dan Perikanan adakan  kampanye Gemarikan di Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Padang Tualang Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat,  Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.  Saat ini terdapat 10 desa stunting yang  ditetapkan kemenkes yaitu Desa Sematar, Perlis, Securai Utara, Ulu Manis, Pematang Serai, Secanggang, Pafang Tualang, Kebun Kelapa, Securai Selatan dan Sei Merah.  Berdasarkan data Riskedas 2018 prevalensi stunting Provinsi Sumut mencapai 32,3% sedangkan Kabupaten Langkat 23,28%.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat pada sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada KKP atas terselenggaranya kegiatan safari Gemarikan di dearahnya. Kegiatan Gemarikan sangat mendukung target Kabupaten Langkat bebas stunting di tahun 2020 dengan mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan.

Sebagai informasi, angka konsumsi ikan Kabupaten Langkat pada tahun 2018 baru mencapai angka 31,34 kg/kapita, jauh di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Sumatera Utara yang sudah mencapai 56,71 kg/kapita. Adapun produksi perikanan Kabupaten Langkat tahun 2018 mencapai 58,5 ribu ton. Masih tingginya angka stunting di Kabupaten Langkat dipengaruhi oleh pola asuh (tingkat pengetahuan dan ragam olahan yg belum berkembang) serta sanitasi (sarana air bersih masih kurang). Meskipun begitu, prevalensi stunting sudah menurun. menurun sejak dilakukannya upaya-upaya perbaikan.

Faktor utama masih tingginya angka stunting di Indonesia salah satunya terjadi karena asupan gizi yang sangat buruk sejak janin masih ada dalam kandungan, yang berlanjut setelah lahir hingga anak berusia dua tahun. Kekurangan gizi pada usia dua tahun pertama itu bisa menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki lagi di masa berikutnya.  Untuk itu, sasaran di  kampanye Gemarikan selalu menyasar ibu hamil, ibu menyusui, wanita usia subur, pasangan usia subur dan remaja produktif sebagai sasaran utamanya.

Rangkaian kampanye Gemarikan  kali ini terdiri dari posyandu penimbangan balita, pemberian bubur ikan, pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak, edukasi manfaat ikan bagi tumbuh kembang anak, pembagian paket Gemarikan isi olahan ikan  yang terdiri dari kerupuk ikan, kerupuk kulit patin, biskuit ikan, dan ikan kaleng. Selain itu dibagikan kudapan dan makan siang dengan menu ikan bagi seluruh peserta kegiatan dan tamu undangan serta bubur ikan untuk balita.  (Humas PDSPKP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments