Dorong Peningkatan Perekonomian Rakyat, KKP-Kementan Gelontorkan Bantuan di Tulungagung

104
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga, Suseno Sukoyo, menyerahkan bantuan berupa asuransi nelayan kepada Didik Pujiyanto, salah seorang nelayan asal Kabupaten Tulunggagung dalam rangkaian penggelontoran bantuan oleh KKP-Kementan, Kamis (28/3). Dok. Humas DJPRL

KKPNews, Tulungagung – Guna mendorong geliat perekonomian masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menyalurkan bantuan berupa sarana kelautan, perikanan, dan pertanian. Kali ini, bantuan diserahkan di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur bagi nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, dan petani pada Kamis (28/3).

Pada kesempatan tersebut, KKP menyerahkan berbagai bantuan penunjang kegiatan sektor kelautan dan perikanan. Di sektor perikanan tangkap, bantuan yang diserahkan berupa kapal penangkap ikan berukuran <5 GT lengkap dengan mesin dan alat penangkap ikan, asuransi nelayan, dan ice flake machine berkapasitas 1,5 ton per hari. Sementara di bidang perikanan budidaya, diserahkan bantuan berupa mesin dan bahan baku pakan mandiri, benih ikan, dan indukan ikan. Sebagai bentuk perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha, KKP juga menyerahkan kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka).

Demi membangun kualitas manusia kelautan dan perikanan, KKP juga menyerahkan bantuan beasiswa pendidikan. Tak lupa bantuan sarana wisata bahari demi menunjang potensi wisata daerah setempat. Total bantuan yang digelontorkan KKP sebesar Rp4,5 miliar.

Sementara itu, Kementan menyerahkan bantuan penunjang aktivitas pertanian masyarakat berupa alat mesin pertanian (alsintan) pra dan pasca panen yang terdiri dari traktor roda dua, cultivator, pompa air, hand sprayer elektrik, dan power trasher. Total bantuan yang diserahkan senilai Rp863.900.000.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di kawasan Pantai Klatah, Kabupaten Tulungagung. Hadir pada kesempatan tersebut Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga, Suseno Sukoyo; Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Kementan, Pending Dadih; Anggota XI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil; Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Eva Kusuma Sundari; dan Staf Ahli Bupati Tulungagung, Endang Sri Utami.

Suseno Sukoyono menyebut, penyerahan bantuan oleh pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi KKP sendiri, tentunya untuk mendorong kesejahteraan stakeholder kelautan dan perikanan seperti nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, dan sebagainya.

“KKP sengaja memberikan bantuan yang mencakup segala aspek yang dibutuhkan. KKP tak hanya memberikan bantuan alat produksi dan permodalan, tetapi juga bantuan pendidikan untuk membangun kapasitas sumber daya manusianya. KKP juga memberikan dukungan wisata bahari di Kabupaten Tulungagung. KKP bahkan berupaya menghadirkan rasa aman bagi nelayan dengan memberikan bantuan perlindungan berupa premi asuransi,” terang Suseno.

Terkait bantuan akses permodalan, dalam kesempatan tersebut dihadirkan lembaga perbankan dan non-perbankan. Untuk itu, masyarakat diminta aktif mencari informasi dari lembaga terkait mengenai prosedur dan ketentuan peminjaman modal usaha.

Menurut Suseno, kehadiran KKP, Kementan, dan BPK RI secara bersamaan di Kabupaten Tulungagung bukan tanpa alasan. Pemerintah memperkuat koordinasi dan sinergi guna meningkatkan perekonomian rakyat. Ia pun berharap, semua bantuan yang telah digelontorkan dapat dikelola secara optimal.

Sektor perikanan memiliki peran sangat strategis dalam menjawab tantangan global yakni mewujudkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penghapusan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, dan menjamin kebercukupan pangan yang bergizi bagi masyarakat.

Suseno berpendapat, Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar yang tersebar di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI). Hasil pengkajian ilmiah menunjukkan, stok ikan lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) Indonesia yang sebesar 7,31 juta ton pada 2013 meningkat menjadi 12,5 juta ton pada 2016. Pencapaian ini merupakan buah dari upaya pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing dan pembenahan perizinan yang dilakukan KKP.

“Setelah berhasil menegakkan pilar kedaulatan melalui pemberantasan IUU fishing, KKP juga menegakkan pilar keberlanjutan melalui pembenahan perikanan tangkap dengan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, larangan destructive fishing, pengaturan zona penangkapan ikan, dan sebagainya. Hasilnya sekarang ikan di laut kita banyak. Pengelolaan yang baik diperlukan untuk optimalisasi pemanfaatannya,” terang Suseno.

“Kita tidak ingin, peristiwa kelam ambruknya berbagai usaha di bidang perikanan terulang kembali akibat pola pengelolaan yang tidak terukur dan sporadis,” lanjut Suseno.

Untuk dapat memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal, Suseno berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan, utamanya menjaga laut dari cemaran sampah plastik. “Ini menyangkut masa depan bangsa. Laut bersih, sudah barang tentu akan mampu menjamin masa depan kelestarian sumber daya yang ada bagi kepentingan generasi mendatang,” pungkasnya.

Dengan dukungan BPK RI, DPR RI, pemerintah daerah (Pemda), dan seluruh stakeholder perikanan, KKP akan mengarahkan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan ini sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat.

Atas bantuan yang diberikan tersebut, Staf Ahli Bupati Tulungagung, Endang Sri Utami mengucapkan terima kasih. Ia berharap bantuan dari pemerintah pusat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Adapun Anggota Komisi XI DPR RI, Eva Kusuma Sundari menginginkan agar sinergi pemerintah pusat dan daerah terus ditingkatkan demi membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih maju dan sejahtera.

“Semoga bantuan KKP dan Kementerian Pertanian ini dapat mendorong perkembangan sektor kelautan perikanan dan pertanian di sini. Semoga Tulungagung semakin jaya ke depannya,” tandasnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments