Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan, Menteri Susi Resmikan Program “Aisumaki”

105
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan peluncuran Program “Aisumaki” (Anak Indonesia Suka Makan Ikan) yang diusung oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Minggu (30/6). Dok. Humas KKP/Yosef Hans Bertian

KKPNews, Surabaya – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan peluncuran Program “Aisumaki” (Anak Indonesia Suka Makan Ikan)  yang diusung oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Minggu (30/6). Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal Kebangsaan yang diselenggarakan LMI di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak, Ketua LMI Mukhtasor, dan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Tak lupa hadir anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang menjadi target kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Peluncuran Program Aisumaki secara simbolis ditandai dengan penekanan tombol scan telapak tangan pada layar LED big screen oleh Menteri Susi, Emil, Mukhtasor, dan perwakilan MUI Jatim.

Dalam sambutannya, Ketua LMI, Mukhtasor mengatakan, keikutsertaan LMI sebagai Lembaga Amil Zakat dalam mendorong program gemar makan ikan adalah bentuk dukungan terhadap program-program pemerintah.

“Kalau ditanya kenapa Lembaga Amil Zakat sekarang ngurusi makan ikan? Itu kita ingin positioning kita juga menjadi lebih tepat bahwa program-program LMI adalah program-program yang in line dengan program-program nasional bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menyampaikan, Pemprov Jatim mendukung penuh program peningkatan konsumsi ikan yang diusung.  “Selain supaya kita semua tidak ditenggelamkan oleh Ibu Susi, salah satunya juga supaya kita membangun generasi muda yang memang kalau mau menang, harus makan ikan,” ujarnya.

Mengawali sambutannya, Menteri Susi menyebut bahwa dalam 4,5 tahun terakhir pemerintah fokus membangun kemaritiman dan perikanan. Hal ini demi mencapai visi dan misi pemerintah menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Laut menjadi masa depan bangsa berarti adik-adik kita, cucunya, anak-anaknya adik-adik akan menggantungkan atau bisa hidup dari hasil laut kita,” ujar Menteri Susi.

Guna mewujudkan cita-cita tersebut, Menteri Susi menyebut langkah pertama yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah memberantas praktik illegal fishing dengan menenggelamkan dan mengusir kapal-kapal asing yang selama ini mencuri ikan di laut Indonesia. Selanjutnya, pemerintah mengatur penggunaan alat tangkap dan cara-cara panen ikan yang ramah lingkungan.

“Dengan demikian, kita harapkan kesejahteraan ini muncul. Karena apa? Satu, ikan makin banyak. Kedua, keberlanjutan, di mana kita juga membuat gerakan budidaya di mana-mana,” lanjutnya.

Terkait budidaya, Menteri Susi berpesan agar budidaya dilakukan secara mandiri. “Perikanan harus independen. Pemdudidayaannya tidak boleh bergantung dari luar, baik bibit maupun pakan. Komunitas-komunitas masyarakat harus dibangun dan dibentuk untuk bisa menyiapkan dari hulu ke hilir sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Susi juga mendorong sinergi dan sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah, termasuk program Gemarikan.

Menurut Menteri Susi, program ini perlu digalakkan karena ikan merupakan sumber protein dan omega 3 yang baik untuk tumbuh kembang tubuh dan kecerdasan anak.  “Kalau anak-anak dengan program makan ikan ini, ke depan bukan lagi anak Indonesia suka makan ikan, tapi anak Indonesia harus makan ikan,” cetus Menteri Susi.

Menteri Susi berpendapat, walaupun warisan genetik turut berpengaruh terhadap kecerdasan anak, namun kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi berpengaruh lebih besar. Untuk itulah anak-anak harus didorong untuk gemar mengkonsumsi ikan sedari dini. Lanjut dia, kandungan omega 3 di dalam ikan berpengaruh dalam pembentukan Intelligence Quotient (IQ).

“Kita harus dorong peningkatan IQ anak-anak. Kalau perlu kita paksakan harus mengadakan ikan. Kurangi nasi kalau perlu untuk bisa membeli ikan. Kenapa? Kalau karbohidrat saja hanya untuk kenyang saja, kekuatan badan saja, tapi perkembangan otaknya tidak ada,” papar Menteri Susi.

Menteri Susi menambahkan, perkembangan kecerdasan ini sangat diperlukan mengingat di era globalisasi ini persaingan semakin ketat. Terlebih pemerintah telah mencanangkan industri 4.0 yang menuntut kreativitas dari sumber daya manusianya.

“Kalau skill training maupun edukasi yang diberikan tidak mampu diserap anak dengan baik,  mereka tidak bisa menjadi lebih kreatif. Maka kelebihan penduduk anak-anak kita nanti, akan menjadi beban sosial bagi bangsa kita. Di sinilah sangat penting. Saya pikir program pendidikan harus memasukkan di dalamnya ikan sebagai salah satu asupan yang menjadi makanan wajib di sekolah,” pungkas Menteri Susi.

Sebagai informasi, usai memberikan arahan, Menteri Susi melakukan santap bersama menu masakan ikan bersama anak-anak yatim, dan kaum dhuafa, serta undangan yang hadir. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments