Dorong Ekspor, SKIPM Palembang Kawal Mutu Ikan Hias

29
Ilustrasi. Dok. Tribunnews

KKPNews, Palembang – Minat akan produk ikan hias asal daerah Sumatera Selatan terus meningkat. Untuk itu, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palembang terus melakukan pengendalian mutu ikan hias di wilayah Sumatera Selatan agar ikan hias asal daerah ini terjaga mutunya dan tetap bisa diekspor ke sejumlah negara kawasan Asia dan Eropa. Hal tersebut diungkapkan Kepala SKIPM Palembang, Sugeng Prayogo di Palembang pada Kamis (7/2).

Sugeng menjelaskan, mutu ikan tentunya dapat ditunjukkan dengan bukti sertifikasi yang dimiliki. “Sertifikasi mengenai kesehatan dan mutu ikan merupakan syarat penting agar produk perikanan dapat diekspor,” ungkap Sugeng.

SKIPM Palembang mencatat, selama 2016 tercatat 196 sertifikasi ekspor dengan jumlah ikan yang diekspor secara keseluruhan mencapai 575.170 ekor.

Sedangkan pada 2018 terjadi peningkatan ekspor ikan hias dari sejumlah daerah Sumatera Selatan sekitar 21 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data sertifikasi ekspor komoditas ikan hias sepanjang 2018 terdapat 238 sertifikasi dengan total ekspor ikan mencapai 679.237 ekor,” jelas Sugeng.

Adapun jenis ikan yang diekspor, sebagian besar merupakan ikan asli dari perairan Sumatera Selatan, seperti ikan botia sebanyak 596.939 ekor. Sisanya merupakan jenis ikan hias hasil pengembangbiakan dan budidaya, seperti ikan dalum, ikan elang, serandang, betutu, dan tiger fish.

“Ikan hias dari wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu sebagian besar diekspor ke sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia,” tutupnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments